Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Bangga, Warga Bintan Raih Kalpataru Adya 2026

Antara • Jumat, 12 Juni 2026 | 15:05 WIB
Miswanto, pejuang lingkungan dari Bintan
Miswanto, pejuang lingkungan dari Bintan

batampos - Seorang pegiat lingkungan asal Kelurahan Tanjung Uban Selatan, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Miswanto, berhasil meraih penghargaan Kalpataru Adya Tahun 2026 dari Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Republik Indonesia.

Penghargaan bergengsi di bidang lingkungan hidup tersebut diberikan atas dedikasi Miswanto dalam membina masyarakat serta mengembangkan berbagai inovasi pengelolaan sampah yang berdampak langsung terhadap pelestarian lingkungan.

"Alhamdulillah, bangga pastinya. Penghargaan ini untuk semua pegiat dan pecinta lingkungan, khususnya di wilayah Bintan," kata Miswanto di Bintan, Jumat (12/6).

Miswanto yang juga menjabat sebagai Ketua Bank Sampah Induk (BSI) Penyuluh Sosial Masyarakat (Pensosmas) Bintan menerima penghargaan pada kategori Pembina Lingkungan. Ia dinilai berhasil membangun kesadaran masyarakat melalui pendekatan yang inovatif dan berkelanjutan.

Melalui BSI Pensosmas, Miswanto mengembangkan konsep pengelolaan sampah berbasis pemberdayaan masyarakat yang dipadukan dengan pendekatan religius. Dari gagasan tersebut lahirlah program Bintan Ojek Sampah (BOS) dan sedekah sampah yang kini menjadi salah satu model pengelolaan sampah berbasis komunitas yang dikenal hingga tingkat nasional.

Baca Juga:  ONIC Tantang Geek Fam di Final Upper Bracket MPL ID S17, Perebutkan Tiket MSC 2026 dan Grand Final

Program BOS memudahkan masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga yang masih memiliki nilai ekonomis dan dapat didaur ulang. Warga cukup menghubungi petugas melalui aplikasi WhatsApp, kemudian sampah akan dijemput langsung dari rumah untuk dipilah dan dikelola lebih lanjut.

Berkat program tersebut, BSI Pensosmas kini memiliki hampir 800 nasabah aktif. Tidak hanya itu, Miswanto juga telah membina 21 bank sampah yang tersebar di berbagai daerah, mulai dari Batam, Pekanbaru hingga Padang.

Ia mengaku tidak pernah membayangkan inovasi yang awalnya dirintis dalam skala kecil di Tanjung Uban Selatan dapat berkembang menjadi program percontohan dan mendapat apresiasi dari pemerintah pusat.

"Saya tak menyangka, inovasi yang mulanya hanya berskala kecil di Kelurahan Tanjung Uban Selatan ini bisa menjadi percontohan bahkan mendapat pengakuan membanggakan dari pemerintah pusat," ujarnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bintan, Niken Wulandari, turut mengapresiasi pencapaian tersebut. Menurutnya, penghargaan Kalpataru Adya 2026 menjadi bukti nyata bahwa upaya pelestarian lingkungan yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak luas bagi masyarakat.

Ia berharap penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi bagi Miswanto dan masyarakat Bintan untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

"Sepak terjang Bapak Miswanto sebagai pejuang lingkungan memang sangat luar biasa. Semoga ke depan kepedulian masyarakat semakin meningkat dan bersama-sama mengambil peranan dalam menjaga maupun melestarikan lingkungan," kata Niken.

Penghargaan Kalpataru Adya 2026 diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI, Moh Jumhur Hidayat, kepada Miswanto bersama 15 penerima lainnya.

Prosesi penyerahan penghargaan berlangsung dalam ajang Indonesia International Environment Technology and Innovation Expo and Conference (Invirotech) 2026 di Jakarta, Kamis (11/6) malam.

Baca juga: Fiat Perluas Jajaran Produk, 5 Mobil Baru Siap Mengubah Strategi

Dalam sambutannya, Menteri Jumhur menegaskan bahwa Kalpataru merupakan penghargaan tertinggi di bidang lingkungan hidup yang diberikan kepada individu maupun kelompok yang berjasa dalam merintis, memperbaiki, membina, dan menyelamatkan lingkungan hidup di Indonesia.

Keberhasilan Miswanto meraih Kalpataru Adya 2026 menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Bintan dan Provinsi Kepulauan Riau, sekaligus membuktikan bahwa inovasi sederhana yang lahir dari masyarakat dapat memberikan dampak besar bagi pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. (*)

Editor : Putut Ariyo
#Miswanto #Kalpataru 2026 #Ojek Sampah #bintan #lingkungan hidup