Kepala KPw BI Kepri, Rony Widijarto, mengatakan pertumbuhan ekonomi Kepri masih menjadi yang tertinggi di wilayah Sumatera, yang secara keseluruhan tumbuh 5,13 persen (yoy).
Menurutnya, kinerja ekonomi Kepri terutama ditopang oleh sektor industri pengolahan, pertambangan dan penggalian, perdagangan, serta konstruksi.
“Sektor industri pengolahan tumbuh 5,79 persen tahunan dan memberikan andil 2,50 persen terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Sementara sektor pertambangan dan penggalian tumbuh tinggi 23,19 persen dengan kontribusi 2,14 persen,” ujar Rony dalam keterangan resmi di Batam, Kamis.
Ia menjelaskan, lonjakan sektor pertambangan terjadi seiring mulai beroperasinya lapangan minyak dan gas baru sejak Mei 2025.
“Lapangan Usaha Pertambangan tumbuh tinggi dan terakselerasi sejalan dengan lapangan migas yang mulai on-stream sejak Mei 2025,” katanya.
Sektor perdagangan juga mencatat pertumbuhan positif sebesar 9,03 persen (yoy), didorong momentum Ramadan dan Idulfitri, dengan kontribusi 0,76 persen terhadap ekonomi daerah. Sementara sektor konstruksi tumbuh 3,06 persen (yoy).
Dari sisi pengeluaran, investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 7,47 persen (yoy) dan menjadi penyumbang terbesar kedua dengan andil 3,02 persen.
Kinerja investasi dinilai masih kuat berkat iklim investasi yang kondusif, baik dari Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), serta dukungan kemudahan perizinan melalui regulasi baru pemerintah.
Konsumsi rumah tangga turut tumbuh 4,62 persen (yoy), seiring meningkatnya optimisme masyarakat yang tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) sebesar 132,22 pada triwulan I 2026.
Sementara itu, net ekspor tetap tumbuh 9,95 persen (yoy), namun mengalami perlambatan akibat tekanan harga bahan baku dan moderasi sektor industri pengolahan.
Di sisi lain, inflasi Kepri pada April 2026 tercatat sebesar 3,06 persen (yoy), masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional 2,5±1 persen. Secara bulanan, inflasi mencapai 0,43 persen (mtm) yang dipicu kenaikan harga angkutan udara, makanan, dan bahan bakar.
Ke depan, BI Kepri memperkirakan ekonomi daerah akan tetap tumbuh positif, meski menghadapi tantangan normalisasi pertumbuhan di sektor pertambangan.
“Bank Indonesia akan terus memperkuat bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran untuk menjaga stabilitas sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Rony. (*)
Editor : Putut Ariyotejo