Batampos - Badan Pengusahaan (BP) Batam menargetkan realisasi investasi sedikitnya Rp70 triliun sepanjang 2026. Target tersebut dipasang setelah capaian investasi Batam pada 2025 mencapai Rp69,3 triliun, melampaui sasaran yang ditetapkan pemerintah.
Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, mengatakan optimisme tersebut didukung tren investasi yang masih tumbuh positif meski ekonomi global menghadapi perlambatan dan ketidakpastian geopolitik.
Menurut dia, pada Triwulan I 2026, realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Batam meningkat lebih dari 45 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Capaian ini ditopang oleh kepastian regulasi, percepatan perizinan, serta transformasi Batam menuju pusat industri digital,” ujar Fary kepada Batam Pos, Senin (6/7/2026).
Baca Juga: Dinas KUKM Perluas Layanan UMKM hingga Pulau-Pulau Penyangga
Untuk mencapai target investasi tahun ini, BP Batam mempercepat implementasi sejumlah proyek strategis yang telah memasuki tahap pembangunan. Beberapa di antaranya yakni DayOne Data Center, EGS AI Data Center, pengembangan kawasan industri Tanjung Sauh, serta proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung.
Menurut Fary, proyek-proyek tersebut akan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru sekaligus memperkuat posisi Batam sebagai pusat industri digital, manufaktur berteknologi tinggi, dan energi hijau di Indonesia.
Selain menarik investasi baru, BP Batam juga mendorong ekspansi perusahaan yang telah beroperasi melalui penyediaan infrastruktur pendukung yang memadai.
Penguatan pelabuhan, bandara, jaringan jalan, pasokan listrik, hingga penyediaan air bersih menjadi prioritas agar aktivitas industri tetap berjalan optimal dan mampu mengakomodasi kebutuhan investasi yang terus meningkat.
Baca Juga: Minim Fasilitas Tak Batasi Atletik Bintan Raih 4 Medali Emas di Popda X Kepri
“Kami terus memperkuat infrastruktur dasar agar tidak menjadi hambatan bagi investor yang akan masuk maupun melakukan ekspansi usaha,” katanya.
Di tengah persaingan kawasan industri di Asia Tenggara, BP Batam menilai kepastian regulasi dan kemudahan berusaha menjadi faktor utama menjaga kepercayaan investor.
Fary menegaskan konsistensi pemerintah dalam mempercepat layanan perizinan menjadi modal penting agar Batam tetap kompetitif sebagai tujuan investasi global. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak