batampos - FamilyMart mengambil langkah baru dalam mengembangkan bisnis convenience store dengan meluncurkan FAMIMA yang menggabungkan pengalaman berbelanja, desain, dan budaya populer.
Perusahaan menggandeng desainer sekaligus ikon streetwear Jepang, NIGO, sebagai Creative Director.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari Next FamilyMart Project, program transformasi yang disiapkan menyambut ulang tahun FamilyMart ke-45 pada 2026.
FAMIMA menjadi bagian dari Next FamilyMart Project yang dirancang untuk mengubah persepsi masyarakat terhadap convenience store.
FamilyMart ingin menjadikan tokonya bukan sekadar tempat membeli kebutuhan sehari - hari, melainkan destinasi yang menawarkan pengalaman baru dan menarik bagi pelanggan.
Baca Juga: Pameran Pembiayaan ACC Carnival di Mega Mall, Ada Potongan Pembelian Mobil hingga Rp 55 Juta
NIGO ditunjuk sebagai Creative Director yang dikenal sebagai pendiri label streetwear A Bathing Ape (BAPE) dan Human Made itu dipercaya untuk memberikan sentuhan kreatif pada berbagai aspek, mulai dari desain toko, pengembangan produk, hingga pengalaman pelanggan saat berbelanja.
FamilyMart membuka toko flagship FAMIMA PARK AZABUDAI di kawasan Azabudai, Tokyo, pada Jumat (10/7).
Toko ini dirancang dengan konsep yang lebih modern dan fleksibel menyesuaikan karakter lingkungan sekitar serta menghadirkan area yang mendorong interaksi pengunjung.
FAMIMA juga menghadirkan sejumlah inovasi, seperti penataan produk yang lebih kreatif, pengembangan produk lifestyle eksklusif, kolaborasi dengan berbagai intellectual property (IP), serta pengalaman berbelanja yang menggabungkan elemen budaya populer Jepang.
FamilyMart turut menggandeng sejumlah tokoh ternama, mulai dari desainer interior Masamichi Katayama dari Wonderwall yang menangani desain ruang retail, Hirofumi Ochiai untuk pengembangan lini pakaian Convenience Wear, serta juara dunia barista Tetsu Kasuya yang berkontribusi pada program kopi eksklusif di toko tersebut.
FamilyMart berharap dapat menghadirkan standar baru bagi industri convenience store di Jepang.
Perusahaan ingin menciptakan ruang yang tidak hanya memenuhi kebutuhan konsumen, tetapi tempat yang layak dikunjungi karena menawarkan inspirasi, desain, dan pengalaman yang berbeda dari minimarket konvensional.(*)
Editor : Juliana Belence