batampos – Aksi kekerasan terhadap pengemudi ojek online kembali terjadi di Kota Batam. Seorang driver mengalami luka tusuk di bagian perut setelah diduga menjadi korban pesanan fiktif di kawasan Golden City, Kelurahan Tanjung Buntung, Kecamatan Bengkong, Selasa (28/4) malam.
Korban, Muliadi Effandi (32), warga Kampung Pelita, Lubuk Baja, mengalami kejadian tersebut sekitar pukul 22.30 WIB. Saat mendatangi titik pemesanan di area jalan sebelum Masjid Cheng Hoo Batam, korban justru terlibat keributan dengan pelaku yang berujung penusukan.
Dalam kondisi terluka dan berlumuran darah, korban sempat mencari pertolongan ke Base Camp Sahabat Milenial Batam di Jalan Golden Prima. Rekan sesama pengemudi kemudian melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.
Laporan diterima Polsek Bengkong pada Rabu (29/4) dini hari sekitar pukul 02.54 WIB. Berdasarkan keterangan korban dan data pemesanan yang tersimpan di ponsel, polisi berhasil mengidentifikasi pelaku berinisial Wendi Adi Saputra (33), warga Bengkong.
Tim Opsnal Polsek Bengkong bersama Jatanras Polda Kepri bergerak cepat melakukan pengejaran. Pelaku akhirnya menyerahkan diri beberapa jam setelah kejadian dan langsung diamankan beserta barang bukti.
Dari tangan pelaku, polisi menyita sebilah badik yang diduga digunakan saat penyerangan. Senjata tersebut ditemukan di atas atap rumah kerabat pelaku. Selain itu, satu unit sepeda motor dan jaket yang dikenakan pelaku saat kejadian turut diamankan.
Kanit Reskrim Polsek Bengkong, Iptu Apriadi, menyatakan pengungkapan kasus ini dilakukan berdasarkan jejak digital dari aplikasi pemesanan korban.
Sementara itu, Ketua Satgas komunitas driver online Komando, Feryandi Tarigan, mengapresiasi respons cepat kepolisian. Ia berharap kejadian ini menjadi peringatan bagi para pengemudi agar lebih waspada, serta mendorong perusahaan aplikasi untuk meningkatkan perlindungan, termasuk asuransi bagi mitra pengemudi. (*)
Editor : Jamil Qasim