batampos - Direktorat Tindak Pidana Narkotika (Dirtipidnarkotika) Bareskrim Mabes Polri menggelar rekonstruksi kasus dugaan peredaran narkotika yang melibatkan jaringan tempat hiburan malam (THM) Planet Group Batam, Rabu (9/9). Rekonstruksi berlangsung di tiga lokasi, yakni Planet 3, Planet 1, dan Planet 2.
Dalam rekonstruksi tersebut, penyidik menghadirkan 10 tersangka yang disebut memiliki peran berbeda, mulai dari pemilik Planet, pemasok, hingga pengedar. Mereka dihadirkan untuk memperjelas peran masing-masing sekaligus mencocokkan keterangan yang telah diperoleh penyidik selama proses penyidikan.
Rekonstruksi menjadi bagian dari pendalaman perkara untuk mengurai bagaimana dugaan peredaran narkotika berlangsung di jaringan Planet Series. Penyidik memperagakan sejumlah rangkaian kejadian, mulai dari pemesanan narkotika hingga menelusuri pihak yang diduga berperan sebagai pemasok, pengendali stok, dan pengedar.
Rangkaian rekonstruksi diawali di Planet 3 atau yang dikenal dengan sebutan HH Club. Salah satu adegan memperagakan kejadian pada 10 Agustus 2026, ketika anggota Bareskrim Mabes Polri menyamar sebagai tamu dan masuk ke Room VIP 209. Petugas kemudian melakukan pemesanan narkotika jenis ekstasi.
Baca Juga: Kasus Narkoba Planet Group, Mabes Polri Rekonstruksi di HH Club
Dalam adegan tersebut, Dini A yang berperan sebagai LC memperagakan saat menerima pesanan dari anggota polisi yang menyamar. Pesanan itu kemudian disampaikan kepada seorang waiter bernama Yezkiel.
Yezkiel selanjutnya mengambil narkotika yang dipesan dari Zainal. Dalam perkara ini, Zainal disebut sebagai pihak yang mengendalikan atau memegang stok narkotika di lantai dua Planet 3 Batam.
Dari transaksi tersebut, penyidik kemudian melakukan pengembangan untuk mengungkap pihak lain yang diduga terlibat. Pengembangan turut mengarah kepada waiter lainnya bernama Delva A.
Rangkaian adegan tersebut diperagakan untuk menunjukkan bagaimana narkotika diduga berpindah dari pihak yang memegang stok hingga masuk dalam proses transaksi dengan konsumen.
Penyidik kemudian melanjutkan rekonstruksi ke Planet 1 dan terakhir Planet 2. Dari keseluruhan rangkaian tersebut, penyidik mendalami jalur distribusi narkotika, termasuk bagaimana barang diduga diperoleh dari pemasok, disimpan di lokasi, kemudian diedarkan hingga kepada konsumen.
Rekonstruksi berlangsung tertutup dan mendapat pengawalan ketat personel Brimob Polda Kepri. Sejumlah personel bersenjata terlihat berjaga di sekitar lokasi. Pintu masuk dan keluar THM juga terlihat tertutup selama kegiatan berlangsung sehingga warga maupun awak media tidak dapat menyaksikan langsung seluruh proses rekonstruksi.
Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Dr. Nona Pricillia Ohei membenarkan adanya kegiatan tersebut. Namun, ia tidak menjelaskan detail materi rekonstruksi karena perkara ditangani langsung oleh Bareskrim Mabes Polri.
“Iya, benar ada kegiatan tersebut. Namun untuk detailnya karena kegiatan dari Bareskrim,” ujar Nona saat dikonfirmasi.
Seorang warga, Ilham, yang berada di sekitar lokasi mengatakan jumlah personel yang turun dalam kegiatan tersebut cukup banyak. Ia juga melihat pengamanan dilakukan secara ketat dan proses rekonstruksi berlangsung tertutup.
“Tim yang turun cukup banyak. Rekonstruksinya juga tertutup, jadi kami yang berada di sekitar sini tidak tahu apa saja yang dilakukan di dalam,” ujar Ilham. (*)
Editor : Yofi Yuhendri