batampos- Gunungan sampah tampak kian menjulang di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Telaga Punggur, Batam, Senin (10/11). Kondisi itu membuat antrean panjang truk pengangkut sampah tak terhindarkan setiap hari. Bau menyengat dan pemandangan tumpukan sampah menjadi bukti nyata bahwa daya tampung TPA tersebut mulai kritis.
Hampir setiap hari, puluhan truk pengangkut sampah dari berbagai kecamatan terlihat mengantre di pintu masuk TPA. Beberapa di antaranya bahkan terpaksa menunggu berjam-jam untuk menurunkan muatan.
“Mulai jam 10 pagi sudah antre panjang. Kadang sampai sore baru bisa bongkar,” ujar salah seorang petugas kebersihan di lokasi, Senin (10/11).
Ia mengatakan, antrean panjang terjadi karena area pembuangan di TPA sudah hampir penuh. Ruang yang tersisa kini semakin sempit, sementara volume sampah yang masuk terus bertambah setiap harinya.
“Sudah tidak muat lagi, alat berat terus kerja tapi tumpukan makin tinggi,” ujarnya.
Pantauan Batam Pos di lapangan, alat berat tampak bekerja tanpa henti meratakan tumpukan agar tidak menjulang terlalu tinggi. Namun, upaya itu belum cukup mengatasi volume sampah yang datang bertubi-tubi. Di beberapa sisi, sampah bahkan meluber hingga ke tepi jalur truk. Petugas lainnya menyebutkan, antrean truk sudah menjadi pemandangan rutin.
“Hampir setiap hari antre. Kalau sudah penuh di dalam, truk harus menunggu dulu. Bisa sampai dua jam lebih,” kata petugas lainnya yang turut mengatur keluar-masuk truk di area pembuangan.
Kondisi itu berdampak pada keterlambatan pengangkutan di berbagai wilayah Batam. Truk yang seharusnya melayani beberapa rute terpaksa menunggu lama di TPA. “Waktu banyak habis di sini, jadi ada lokasi yang terlambat diangkut. Kadang warga sudah komplain,” ucapnya.
Selain padatnya area pembuangan, kondisi jalan menuju TPA juga semakin memperparah situasi. Beberapa titik jalan rusak dan berlubang, membuat truk kesulitan melintas, terutama saat hujan. “Kalau hujan, licin dan becek. Kadang truk sampai selip,” kata seorang sopir truk yang mengangkut sampah dari wilayah Batam Kota.
Petugas di lokasi mengatakan, penambahan area baru untuk pembuangan sangat dibutuhkan. Sebab, bagian yang aktif kini tinggal sedikit, sementara sebagian besar lahan lama sudah tertutup tumpukan lama.
“Kalau tidak segera ditambah, nanti tidak tahu mau buang ke mana lagi,” kata petugas kebersihan itu.
Beberapa sopir truk juga berharap pemerintah mempercepat upaya penataan ulang di TPA Telaga Punggur. Menurut mereka, kapasitas pembuangan yang terbatas membuat proses kerja melambat dan memperpanjang waktu operasional. “Kalau antrean panjang, pengangkutan bisa molor,” ujar seorang sopir lainnya.
Volume sampah di Batam disebut terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Aktivitas ekonomi dan rumah tangga yang kian padat membuat produksi sampah harian bertambah signifikan. Tanpa perluasan area atau sistem pengelolaan baru, kondisi TPA Telaga Punggur dikhawatirkan akan kolaps.
Krisis kapasitas di TPA Telaga Punggur menjadi sinyal kuat bahwa pengelolaan sampah di Batam butuh langkah serius dan terencana. Jika tidak segera ditangani, gunungan sampah yang kini menguning bisa berubah menjadi persoalan lingkungan yang lebih besar bagi kota industri ini.
“Semoga ada tindak lanjut dari pemerintah,” ujarnya. (*)
Editor : Tunggul Manurung