Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Gelombang Laut Natuna–Anambas Capai 3,7 Meter, Batam Relatif Aman

Yashinta • Kamis, 8 Januari 2026 | 09:29 WIB
Suasana laut di Anambas yang masih asri
Suasana laut di Anambas yang masih asri

batampos - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Kepulauan Riau, khususnya di wilayah Natuna dan Anambas, dalam beberapa hari ke depan. Ketinggian gelombang diperkirakan dapat mencapai hingga 3,7 meter.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, Ramlan Djambak, mengatakan kondisi gelombang tinggi saat ini terutama terjadi di perairan lepas, seperti Natuna dan Anambas. Sementara itu, perairan Batam relatif lebih aman karena karakteristik wilayahnya yang sempit.

“Kalau di Batam tidak terlalu signifikan. Perairannya sempit dan anginnya juga tidak terlalu kuat. Ketinggian gelombang maksimal sekitar 1,5 meter,” ujar Ramlan, Rabu (7/1).

Menurut Ramlan, meningkatnya gelombang laut dipengaruhi adanya gangguan atmosfer di wilayah utara yang dikenal sebagai low tropical area atau tekanan rendah tropis. Gangguan ini berada di bawah sistem bibit siklon dan menyebabkan penumpukan massa udara serta perbedaan tekanan yang cukup besar.

“Akibat perbedaan tekanan itu, angin bertiup lebih kencang dari biasanya. Dampaknya terasa di laut lepas, terutama Natuna dan Anambas,” jelasnya.

Ia mengibaratkan kondisi tersebut seperti aliran air dari daerah tinggi ke daerah rendah. Semakin besar perbedaan ketinggian, maka aliran air akan semakin deras. Prinsip serupa juga berlaku pada pergerakan angin di atmosfer.

BMKG memperkirakan gangguan atmosfer tersebut dapat bertahan cukup lama. “Biasanya bisa berlangsung sekitar tiga sampai sembilan minggu. Tapi kita terus pantau, apakah sistem ini akan melemah atau justru berkembang menjadi bibit siklon,” kata Ramlan.

Saat ini, lanjutnya, sebagian besar bibit siklon memang terpantau berada di wilayah selatan Indonesia, di selatan garis khatulistiwa. Hal tersebut menandakan angin baratan atau angin dari utara sedang menguat.

Berdasarkan prakiraan BMKG, potensi gelombang laut di perairan Kepulauan Riau adalah sebagai berikut:

Pada 8 Januari 2026, gelombang laut berpotensi mencapai hingga 3,7 meter (kategori tinggi) di Perairan Kepulauan Natuna, Kepulauan Anambas, dan Kepulauan Tambelan.
Sementara gelombang setinggi 2,5 meter (kategori sedang) berpeluang terjadi di Perairan Batam, Bintan, Lingga, dan Karimun.

Pada 9 Januari 2026, gelombang tinggi hingga 3,5 meter diperkirakan terjadi di Perairan Natuna dan Anambas. Adapun perairan Batam, Bintan, Lingga, dan Tambelan berpotensi mengalami gelombang hingga 2,5 meter.

Selanjutnya pada 10 Januari 2026, gelombang laut berpotensi mencapai 2,7 meter di Perairan Utara, Selatan, dan Timur Natuna, termasuk Perairan Subi–Serasan. Sedangkan gelombang setinggi 2,5 meter berpeluang terjadi di Perairan Anambas, Batam, Bintan, Lingga, dan Tambelan.

BMKG mengimbau nelayan, operator kapal, serta masyarakat yang melakukan aktivitas penyeberangan laut untuk selalu memperhatikan informasi cuaca maritim dan mengutamakan keselamatan.

“Pantau terus perkembangan cuaca sebelum berlayar, terutama di wilayah perairan terbuka,” kata Ramlan. (*)

 

Editor : Ahmadi Sultan
#gelombang tinggi bmkg