Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Sepekan Lebih Air Tak Mengalir, Warga Berebut Air Tangki

Muhammad Syaban • Kamis, 15 Januari 2026 | 09:01 WIB
Warga Perumahan Bukit Raya, Batam Kota, mengantre menampung air dari sumur bor di Masjid Al Hikmah, beberapa waktu lalu. Krisis air bersih juga melanda wilayah Bengkong dan Batuampar.
Warga Perumahan Bukit Raya, Batam Kota, mengantre menampung air dari sumur bor di Masjid Al Hikmah, beberapa waktu lalu. Krisis air bersih juga melanda wilayah Bengkong dan Batuampar.

batampos - Bengkong dan Batuampar saat ini seolah bukan bagian dari Kota Metropolitan Batam. Sebab, ditengah masifnya pembangunan sejumlah infrastruktur jalan di berbagai Kecamatan di Batam, ternyata kondisinya berbanding terbalik dengan kondisi infrastruktur pemenuhan kebutuhan akan air bersih.

Kondisi terbaru, gangguan pasokan air bersih kembali dikeluhkan warga Kecamatan Bengkong, Kota Batam. Sudah lebih dari sepekan, suplai air bersih dari PT Air Batam Hilir (ABH) tidak mengalir di sejumlah kawasan, memaksa warga bertahan menggunakan air galon hingga mengandalkan distribusi darurat dari mobil tangki meski harus berebut terlebih dahulu untuk mendapatkan seember air bersih.

Wilayah yang terdampak meliputi Bengkong Harapan, Bengkong Permai, Bengkong Mahkota, hingga Bengkong Kodim. Kondisi ini membuat aktivitas harian warga terganggu, terutama untuk kebutuhan mandi, mencuci, dan sanitasi.

Rendy, salah seorang warga Bengkong, mengaku sudah hampir dua pekan air tidak mengalir ke rumahnya. Ia mengatakan, meski bantuan mobil tangki sempat datang, pasokannya terbatas dan harus diperebutkan warga.

“Sudah hampir dua minggu air tidak mengalir. Kalau air tangki datang, warga berebut. Banyak juga yang tidak kebagian. Terpaksa mandi pakai air galon,” ujar Rendy kepada Batam Pos, Kamis (14/1) siang.

Ia berharap pasokan air bisa segera normal agar warga tidak terus bergantung pada air tangki dan galon, yang dinilai tidak cukup untuk kebutuhan harian.

Menanggapi keluhan tersebut, Humas PT Air Batam Hilir (ABH), Ginda Alamsyah, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan distribusi air yang terjadi di wilayah Bengkong dan sekitarnya.

“Kami memahami ketidaknyamanan yang dialami masyarakat dan menegaskan bahwa kondisi ini menjadi perhatian serius kami,” kata Ginda.

Ia menjelaskan, saat ini ABH bersama PT Air Batam Hulu (ABHu) tengah mengupayakan langkah-langkah teknis agar suplai air dapat kembali mengalir, khususnya ke wilayah Bengkong yang masuk dalam kategori daerah bertekanan rendah.

“Kami terus berupaya memaksimalkan produksi di WTP Duriangkang, sehingga suplai air ke Bengkong dan sekitarnya bisa segera pulih,” ujarnya. (*)

Editor : Ahmadi Sultan
#Air Mati di Batam