Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Anwar Ibrahim Kecam Norwegia usai Blokir Ekspor Rudal NSM untuk Malaysia

Antara • Kamis, 14 Mei 2026 | 13:03 WIB
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim saat menelepon Presiden Iran Masoud Pezeshkian beberapa waktu lalu. (ANTARA/HO-Telegram Anwar Ibrahim)
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim saat menelepon Presiden Iran Masoud Pezeshkian beberapa waktu lalu. (ANTARA/HO-Telegram Anwar Ibrahim)

batampos - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengecam keputusan Norwegia yang mencabut izin ekspor sistem Rudal Serang Angkatan Laut atau Naval Strike Missile (NSM) untuk program modernisasi militer Malaysia.

Dalam pernyataannya di platform X, Kamis (14/5), Anwar menyebut keputusan Oslo sebagai tindakan sepihak yang tidak dapat diterima. Ia mengaku telah menyampaikan protes langsung kepada Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Støre melalui sambungan telepon.

“Saya menyampaikan keberatan keras Malaysia mengenai keputusan sepihak dan tidak dapat diterima Norwegia untuk mencabut izin ekspor sistem Rudal Serang Angkatan Laut (NSM) dan sistem peluncurnya,” tulis Anwar.

Pemerintah Norwegia disebut membenarkan langkah tersebut dengan alasan keamanan nasional. Namun, Anwar menilai alasan itu tidak mencerminkan komitmen yang seharusnya dijaga dalam hubungan kerja sama pertahanan antarnegara.

Menurut Anwar, Malaysia telah memenuhi seluruh kewajiban kontrak sejak kesepakatan ditandatangani pada 2018.

“Malaysia telah menghormati setiap kewajiban berdasarkan kontrak ini sejak 2018 dengan cermat, setia, dan tanpa keraguan,” ujarnya.

Perselisihan ini berkaitan dengan pengadaan rudal anti-kapal NSM yang menjadi bagian penting dalam program modernisasi Littoral Combat Ship (LCS) atau Kapal Tempur Pesisir milik Angkatan Laut Malaysia.

Anwar memperingatkan bahwa pembatalan izin ekspor tersebut berpotensi mengganggu kesiapan operasional pertahanan Malaysia sekaligus memengaruhi stabilitas keamanan kawasan.

“Saya telah menjelaskan bahwa keputusan ini akan memiliki konsekuensi serius bagi kesiapan operasional pertahanan Malaysia dan program modernisasi Kapal Tempur Pesisir,” katanya.

Ia juga menilai langkah Norwegia dapat menurunkan tingkat kepercayaan terhadap pemasok pertahanan Eropa di masa mendatang.

“Kontrak yang ditandatangani adalah instrumen yang serius. Itu bukan confetti yang dapat dihamburkan dengan cara sembarangan,” tegas Anwar.

Menurutnya, jika pemasok pertahanan Eropa dapat membatalkan kontrak secara sepihak tanpa konsekuensi, maka kredibilitas mereka sebagai mitra strategis akan dipertanyakan. (*)

Editor : Putut Ariyo
#Rudal NSM #Pertahanan #anwar ibrahim #malaysia #norwegia