batampos - Dunia kembali menghadapi ancaman fenomena iklim El Nino yang diperkirakan berkembang dalam beberapa bulan mendatang.
Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) memperingatkan bahwa kemunculan El Nino berpotensi mendorong suhu global ke level yang lebih tinggi sekaligus meningkatkan risiko cuaca ekstrem di berbagai belahan dunia.
Para ilmuwan menilai kombinasi antara El Nino dan perubahan iklim berpotensi memburuk gelombang panas, kekeringan, banjir, dan badai tropis dalam beberapa bulan mendatang.
"Dunia perlu bersiap menghadapi kemungkinan cuaca ekstrem yang lebih parah tahun ini," ujar Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, dikutip dari Al Jazeera, Rabu (3/5).
Ia menegaskan bahwa El Nino menjadi sinyal tambahan bahwa perubahan iklim global terus memperbesar risiko bencana bagi masyarakat di berbagai negara.
Baca Juga: Fantastis! Rute Kereta Portugal ke Singapura Jadi Jalur Rel Terpanjang di Dunia
Terdapat peluang sekitar 80% El Nino berkembang antara Juni hingga Agustus 2026. Peluang tersebut meningkat menjadi 90% untuk bertahan hingga November.
Kondisi ditandai dengan menghangatnya suhu permukaan laut di wilayah tengah dan timur Samudra Pasifik yang memengaruhi pola cuaca global. Fenomena El Nino dikenal sebagai salah satu penggerak utama perubahan cuaca dunia.
Beberapa wilayah dapat mengalami kekeringan berkepanjangan, sementara daerah lain justru menghadapi curah hujan berlebihan dan banjir. Indonesia, Australia, sebagian Asia Selatan, serta beberapa negara di Amerika Latin termasuk kawasan yang berpotensi terdampak signifikan.
El Nino juga dikhawatirkan mengganggu produksi pangan dunia. Kekeringan di wilayah pertanian utama dapat menekan hasil panen dan mendorong kenaikan harga komoditas.
Para pakar memperingatkan potensi meningkatnya penyebaran penyakit, kebakaran hutan, serta tekanan ekonomi akibat cuaca yang semakin tidak menentu.
Sejumlah ilmuwan bahkan memperingatkan bahwa dampak El Nino kali ini bisa menjadi gambaran kondisi iklim masa depan apabila emisi gas rumah kaca tidak ditekan.
Suhu bumi yang sudah meningkat sekitar 1,3 derajat Celcius dibandingkan era pra-industri. Setiap fenomena El Nino berpotensi menghasilkan dampak yang lebih ekstrem dibandingkan dekade - dekade sebelumnya.(*)
Editor : Juliana Belence