batampos - Operasi militer Israel di Jalur Gaza kembali meningkat. Pasukan Israel dilaporkan melancarkan serangkaian serangan artileri, penghancuran rumah dan infrastruktur sipil, serta penembakan di sejumlah wilayah, termasuk Khan Younis, Rafah, dan Kota Gaza.
Menurut laporan kantor berita Palestina WAFA yang dikutip ANTARA, Kamis (2/7), pasukan Israel pada Selasa (30/6) melakukan sedikitnya empat operasi penghancuran besar-besaran yang menyasar rumah-rumah warga dan infrastruktur sipil di kawasan timur serta timur laut Khan Younis.
Selain itu, tembakan artileri juga menghantam wilayah barat laut Rafah, sementara kendaraan militer Israel melepaskan rentetan tembakan ke arah timur Khan Younis. Serangan tersebut memicu puluhan keluarga mengungsi demi menyelamatkan diri.
Di Kota Gaza, pasukan Israel dilaporkan meledakkan sebuah robot yang dipasangi bahan peledak dalam jumlah besar untuk menghancurkan rumah-rumah di kawasan Tuffah, timur laut kota.
Ledakan itu disertai tembakan intensif dari kendaraan militer Israel dan suara ledakan yang terus terdengar di lingkungan Shuja'iyya dan Tuffah.
Serangan juga meluas ke wilayah timur Beit Lahia di Jalur Gaza bagian utara, termasuk kawasan Atatra di barat laut Kota Gaza.
Sumber-sumber medis setempat melaporkan sedikitnya delapan warga Palestina, termasuk dua anak-anak, tewas pada Senin, sementara sejumlah lainnya mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.
Menurut otoritas kesehatan di Gaza, sejak pelanggaran gencatan senjata pada Oktober 2025, jumlah korban tewas telah mencapai 1.045 orang, sementara 3.380 orang lainnya mengalami luka-luka.
Secara keseluruhan, otoritas kesehatan Gaza mencatat jumlah korban tewas sejak konflik pecah pada 7 Oktober 2023 telah mencapai 73.058 orang, dengan 173.488 orang lainnya terluka.
Hingga kini, operasi militer Israel di berbagai wilayah Gaza masih terus berlangsung di tengah meningkatnya kekhawatiran masyarakat internasional terhadap dampak kemanusiaan yang ditimbulkan akibat konflik berkepanjangan tersebut.(*)
Editor : Jamil Qasim