Iran Klaim Negara Arab Siap Teken Jalur Baru di Selat Hormuz

JawaPos • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 21:21 WIB
Ilustrasi jalur pelayaran di Selat Hormuz. (RTE)
Ilustrasi jalur pelayaran di Selat Hormuz. (RTE)

batampos –  Iran mengklaim sejumlah negara Arab akan menghadiri pertemuan tingkat menteri di Muscat, Oman, Senin (14/9), untuk membahas pembentukan jalur pelayaran bersama Iran-Oman di Selat Hormuz.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan, pertemuan tersebut juga akan membahas penyampaian kesepakatan mengenai jalur pelayaran itu kepada Organisasi Maritim Internasional (IMO).

“Pekan ini, pada Senin, para menteri luar negeri negara-negara Arab akan bertemu di Muscat untuk menandatangani kesepakatan pembentukan jalur bersama antara Oman dan Iran di Selat Hormuz serta memberitahukan kesepakatan itu kepada Organisasi Maritim Internasional (IMO),” kata Pezeshkian dalam wawancara dengan stasiun televisi India Today yang dipublikasikan Sabtu.

Baca Juga: Penuhi Janji, Menteri Imipas Pulangkan 82 WNI dari Malaysia

Menurut Pezeshkian, negara-negara yang wilayahnya disebut digunakan sebagai lokasi serangan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran juga akan menghadiri pertemuan tersebut.

Ia mengatakan pembentukan jalur pelayaran baru itu berkaitan dengan situasi keamanan di Selat Hormuz di tengah konflik Iran dan AS.

Terkait tekanan ekonomi yang diberlakukan AS, Pezeshkian menilai Washington tidak berhasil mencapai tujuannya melalui perang sehingga menggunakan tekanan ekonomi.

“Mereka tidak dapat mencapai tujuan melalui perang, itulah sebabnya mereka beralih ke tekanan ekonomi, tetapi kami tidak akan berhenti,” ujarnya.

Pezeshkian juga mengatakan Iran tidak sepenuhnya bergantung pada jalur pelayaran laut. Karena itu, menurut dia, tekanan melalui blokade laut tidak akan membuat Iran menghentikan aktivitasnya.

“Jalur laut tentu bukan sesuatu yang menjadi tumpuan kelangsungan hidup kami, dan mereka juga tidak akan dapat mencapai tujuan mereka dengan cara ini,” katanya.

Ia menegaskan Iran akan membuka kembali Selat Hormuz setelah AS mengakhiri blokade dan serangannya.

Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei mengatakan Oman akan menjadi tuan rumah pertemuan tingkat menteri regional pada Senin. Pertemuan itu disebut akan dihadiri perwakilan delapan negara yang berbatasan dengan kawasan Teluk.

Baca Juga: Tambelan Kembali Diselimuti Kabut Asap Pekat, Belajar Daring Mulai Senin

Baqaei mengatakan salah satu agenda pembahasan adalah hasil pembicaraan Iran dan Oman mengenai penetapan jalur aman bagi kapal komersial yang melintas di Selat Hormuz.

Menurut dia, Iran berupaya memastikan keamanan jalur perairan tersebut. Namun, Iran tetap menyatakan keselamatan kapal tidak dapat dijamin selama blokade laut dan intervensi militer AS masih berlangsung.

Sementara itu, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei sebelumnya menyebut kesepakatan dengan Oman mengenai koridor baru di Selat Hormuz akan ditandatangani dalam beberapa hari.

Rezaei mengatakan pintu masuk dan keluar koridor yang diusulkan tersebut akan berada di bawah kendali Iran.(*)

Editor : Cipi Ckandina
Negara Arab selat hormuz iran