batampos- Bazar UMKM di kawasan Jalan Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Kota Tanjungpinang, Kepri tidak beraktivitas lagi. Hal ini, disebabkan halaman ruko tempat mereka berjualan ditutup oleh pemilik.
Kondisi ini membuat lebih kurang 50 pedagang UMKM mengeluh. Kenapa tidak, lokasi yang ditutup itu sangat strategis, dikarenakan berhadapan langsung dengan fasilitas umum yang kerap dikunjungi warga.
"Efeknya pasti negatif, semua pada tutup (UMKM). Otomatis ya kita tidak bisa lagi berjualan di sana," kata Dwi, salah seorang UMKM yang sempat berjualan di lokasi tersebut, Jumat (23/8).
Ia mengakui, bahwa kawasan tersebut memang ramai dikunjungi oleh masyarakat. Kondisi tersebut, kata dia mendongkrak omzet penjualan para UMKM yang berdagang di tempat tersebut.
"Setiap hari libur pasti ramai yang datang kesana. Karena tempatnya memang sangat strategis," tambahnya.
Ia pun tidak mengetahui secara pasti penyebab lokasi bazar yang dibuka sejak September 2024 tersebut harus ditutup. Saat ini, ia terpaksa berpindah lokasi jualan ke sebuah pujasera yang berada di simpang Jalan Ganet.
Sementara itu, Kabid Ketertiban Umum Satpol PP Tanjungpinang, Irwan Yacob menerangkan bahwa pihaknya sudah mencari informasi penyebab halaman ruko tersebut ditutup dengan seng.
Dari informasi pemilik ruko, kata Yacob halaman ruko tersebut terpaksa ditutup dikarenakan akan dilakukan renovasi. Ia menyampaikan, setidaknya terdapat 18 ruko yang ditutup.
"Ada 18 ruko. Kita sudah mencari tau, penyebabnya akam ada renovasi. Sehingga kegiatan UMKM tidak ada lagi disitu," pungkasnya. (*)
Editor : Tunggul Manurung