batampos- PT Pelabuhan Karimun (Perseroda) yang akan mengelola Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Mini Bus Roll on-Roll off (Ro-Ro) Selat Gelam tujuan Karimun-Pulau Parit terkendala berbagai hal. Sehingga, belum dapat dimanfaatkan untuk mengangkut masyarakat pulau Parit.
Direktur Operasional PT Pelabuhan Karimun (Perseroda) Aprilzal mengatakan, belum beroperasinya KMP Selat Gelam tersebut banyak kendala yang harus dilakukan kajian terdahulu. Terutama, dalam biaya operasional yang benar-benar harus diperhitungkan, agar tidak terjadi kerugian saat beroperasi.
" Berdasarkan, hasil perhitungan dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) pada tahun 2024 lalu maka keluar hasil sewa kapal tersebut atau kerjasama antara PT Pelabuhan Karimun (Perseroda) kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Karimun dalam hal ini Dinas Perhubungan (Dishub) karimun mencapai Rp2 juta per hari (bukan per bulan),'' terangnya, Senin (14/4).
Dengan keluarnya, hasil perhitungan dari KPKNL maka pihaknya belum langsung menyetujui harga sewa tersebut. Namun, harus dilakukan kajian terdahulu bagaimana untuk pelayanan dan bagaimana pendapatan dari operasional KMP Selat Gelam tersebut.
" Disitu ada biaya operasional, seperti biaya BBM, biaya perawatan, kru kapal yang diperkirakan ada 4 orang dan ditambah biaya sewa yang cukup tinggi Rp2 juta per hari. Maka, belum dapat kita operasikanakapal tersebut,'' tuturnya.
Dan, setelah dilakukan rapat bersama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Karimun bersama Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Karimun. Maka didapat solusi bahwa dilakukan kajian dari pihak Universitas Islam Riau (UIR). Agar, biaya sewa Rp2 juta per hari tersebut dapat berkurang nantinya.
" Kita juga terkendala untuk sandar kapal KMP Selat Gelam, dipelabuhan Parit sudah bisa. Tapi, untuk wilayah Karimun belum ada untuk sandar kapal. Ini juga yang perlu dipikirkan,'' ungkapnya.
Masih ada Aprizal lagi, kedepan apabila perhitungan biaya sewa kapal tersebut sudah cocok atau bisa kurang Rp2 juta per hari. Maka, pihaknya akan mencarikan solusi untuk menutupi biaya operasional yang cukup besar. Melalui pemanfaatan KMP Selat Gelam untuk disewakan yang akan bekerjasama dengan pihak perhotelan dan sebagainya.
" Bisa juga kegiatan wisata bahari, wisata edukasi bagi para pelajar dan sebagainya. Bahkan, tidak tertutup kemungkinan disewakan kepada komunitas-komunitas yang ada di Karimun,'' paparnya.
Untuk operasional KMP Selat Gelam dari Karimun ke Pulau Parit, bisa menghabiskan BBM solar 60 liter pulang pergi. Dengan kapasitas pengakutan penumpang lebih kurang 40 orang, serta kapasitas kendaraan roda dua hanya 30 unit. Apabila, sesuai dengan perda, untuk penumpang hanya Rp10 ribu sekali jalan.
" Belum lagi, untuk pembelian BBM subsidi yang harus diurus perizinannya. Jadi, kita tunggu hasil kajian UIR untuk biaya sewa Rp2 juta per hari dapat turun nantinya. Sebab, biaya sewa Rp2 juta per hari dari KPKNL sudah kadaluarsa yang berakhir tahun 2024,'' tutupnya.
Pembuatan kapal KMP Selat Gelam tersebut, dengan pagu anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2023 mencapai Rp 9.584.592.480.(*)
Editor : Tunggul Manurung