batampos- Seorang pria tanpa identitas yang menyewa kamar kos Ardila di Jalan Teuku
Umar, Kecamatan Karimun, Tanjungbalai Karimun pada Kamis (28/8) pukul 21.15 WIB ditemukan meninggal dunia. Hal ini diketahui dari pemilik kos dan anaknya yang tidak melihat pria yang biasa disapa Imesh tersebut keluar kamar.
''Berdasarkan keterangan para saksi. Khususnya, dari Nur istri pemilik kos bahwa pada Kamis
(28/8) pukul 05.50 WIB melihat pintu kamar kos pria tanpa identitas yang biasa disapa Imes tersebut terbuka. Kemudian, ditanya oleh istri pemilik kos tidak pergi Imes. Dan, dijawab oleh penghuni kamar kos tersebut tidak dan mau tidur,'' ujar Kapolsek Balai Karimun, AKP Andri Yusri kepada Batam Pos, Jumat (29/8).
Setelah itu, kata Kapolsek, istri pemilik kos mengingatkan agar kalau tidur pintu kamar ditutup. Tidak lama kemudian, pukul 06.10 WIB Nas selaku pemilik kos melihat pintu kamar yang ditempati pria tanpa identitas atau dia sebut Mr X tersebut terbuka dan diingatkan kalau tidur tutup pintu. Selanjutnya, pemilik kos dan istrinya pergi olahraga pagi.
''Pada pukul 08.00 WIB, Nur melihat kamar kos Mr X sudah tertutup. Dan, pada sore harinya pukul 17.30 WIB pemilik kos bersama istrinya mendatangi kamar kos Mr X karena tidak melihat sejak pagi. Sehingga, kamar Mr X diketuk beberapa kali, namun tidak ada jawaban. Kemudian, malam harinya pukul 20.20 WIB dilakukan hal yang sama. Namun, tetap tidak ada jawaban,'' paparnya.
Dikatakan Kapolsek, pemilik kos bersama istrinya khawatir tentang kondisi Mr X, sehingga pada pukul 21.00 WIB mendatangi Mapolsek Balai Karimun dan menceritakan kejadian di tempat kosannya. Kemudian, anggota yang piket penjagaan SPK langsung bergerak ke lokasi.
Kemudian, saat polisi tiba di lokasi kejadian dan mencoba mengetuk pintu juga tidak ada jawaban.
''Disebabkan tidak ada jawaban dari dalam kamar kos dan pintu kamar terkunci dari dalam, maka pemilik kos membuka secara paksa dan disaksikan oleh polisi dan juga RT setempat. Saat pintu kamar dibuka, posisi Mr X sedang duduk di tepi kasur dalam keadaan menunduk. Kita kemudian, menghubungi Tim Inafis Polres Karimun untuk melakukan olah TKP,'' paparnya.
Pukul 22.30 WIB, tambahnya, mayat Mr X dievakuasi dari dalam kamar kos menuju ke rumah sakit untuk dilakukan visum luar. Hasil visum tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Dari keterangan pemilik kos bahwa Mr X tersebut mulai menginap sejak Selasa (26/8) dan sehari-hari bekerja sebagai pengemis.
''Dari Tim Inafis Polres Karimun, sudah mencoba melakukan identitas mayat Mr X melalui
kornea mata dan sidik jari menggunakan alat Inafis Portable System (IPS). Namun, identitasnya juga tidak dapat diketahui. Dengan demikian, dari mana asal dan siapa keluarga Mr X belum dapat diketahui. Sehingga, jenazah disimpan di ruang Pemulasaraan RSUD Muhammad Sani,'' kata Andri. (*)
Editor : Tunggul Manurung