batampos – Warga Muhammadiyah di Karimun melaksanakan Salat Idulfitri 1447 Hijriah lebih awal pada Jumat (20/3) pagi di Masjid Nurul Ihsan. Ibadah berlangsung khusyuk dan diikuti jemaah dari berbagai kalangan.
Salat Id dimulai sekitar pukul 07.15 WIB dengan imam Ilyas. Sementara itu, Ketua PD Muhammadiyah Karimun, Usman, bertindak sebagai khatib.
Usman menyampaikan bahwa perbedaan penetapan 1 Syawal antara Muhammadiyah dan pemerintah tidak menjadi persoalan dalam pelaksanaan ibadah.
“Perbedaan ini adalah rahmat. Yang terpenting kita tetap saling menghargai,” ujarnya.
Dalam khutbahnya, ia menyoroti kehidupan manusia modern yang kerap merasa bebas, namun sejatinya terikat oleh ambisi, tren, dan kepentingan duniawi.
“Banyak yang hidup hanya mengikuti apa yang menyenangkan dan menguntungkan, tanpa arah yang jelas,” katanya.
Ia menegaskan, syariat Islam hadir untuk membebaskan manusia dari dominasi hawa nafsu, sekaligus mengarahkan kehidupan pada tujuan utama, yakni pengabdian kepada Allah SWT.
“Manusia diciptakan bukan sekadar mengejar dunia, tetapi untuk beribadah,” pesannya.
Usai salat, jemaah saling bersalaman dan bermaaf-maafan, menciptakan suasana hangat penuh kebersamaan.
“Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin,” ujar Rusdi, salah satu jemaah.
Momentum tersebut dimanfaatkan warga untuk mempererat silaturahmi bersama keluarga dan sesama jemaah. (*)
Editor : M Tahang