batampos - Tim peneliti dari Universitas Iwate, Jepang, menemukan bahwa kebiasaan kucing yang cenderung pilih-pilih makanan lebih dipengaruhi oleh faktor penciuman dibandingkan sifat manja atau perilaku emosional.
Temuan tersebut dipublikasikan dalam jurnal Physiology and Behavior dan dikutip Kyodo, Minggu (17/5). Studi ini menunjukkan bahwa rangsangan aroma memiliki peran penting dalam menentukan nafsu makan kucing.
Peneliti mencatat jumlah makanan yang dikonsumsi kucing cenderung menurun ketika mereka diberikan makanan yang sama secara berulang. Namun, nafsu makan kembali meningkat ketika aroma makanan diubah, meskipun jenis makanannya tetap sama.
Baca Juga: Sony Jelaskan AI Camera Assistant Usai Dikritik Bikin Foto Malah Jelek
Aroma Jadi Faktor Kunci Nafsu Makan Kucing
Penelitian yang dipublikasikan pada 1 April itu menyoroti pentingnya stimulasi penciuman dalam pola makan kucing, termasuk pada kucing lanjut usia atau yang sedang sakit.
Selama ini, perilaku makan kucing yang hanya mengonsumsi sedikit makanan dalam beberapa kali waktu sering dikaitkan dengan suasana hati atau insting alami. Namun, mekanismenya belum sepenuhnya dipahami.
“Riset kami menjawab pertanyaan yang sering diajukan pemilik kucing,” kata profesor biologi molekuler dan seluler Universitas Iwate, Masao Miyazaki, yang memimpin studi tersebut.
Hasil Eksperimen pada 12 Kucing
Dalam eksperimen tersebut, 12 kucing diberi makan sebanyak enam kali dengan jeda 10 menit setiap sesi.
Hasilnya, saat makanan yang diberikan sama, jumlah konsumsi kucing terus menurun pada setiap sesi.
Namun, ketika makanan berbeda diberikan pada sesi keenam, konsumsi meningkat kembali. Efek serupa juga terlihat ketika peneliti hanya menambahkan aroma baru pada makanan yang sama.
Peneliti juga menemukan bahwa paparan aroma yang sama secara berulang dapat menurunkan minat makan kucing.
Sebaliknya, aroma baru mampu mempertahankan tingkat konsumsi makanan yang lebih tinggi.
Baca Juga: Chef Thailand Hadirkan Cita Rasa Phuket di Saffron Banyan Tree Bintan
Habituasi Penciuman dan Nafsu Makan
Para peneliti menyimpulkan bahwa pola makan kucing dipengaruhi oleh rasa kenyang serta fenomena habituasi penciuman, yakni menurunnya sensitivitas terhadap aroma yang terus berulang.
Sebaliknya, dishabituasi atau munculnya rangsangan baru dapat memulihkan minat makan hewan tersebut.
“Pergantian makanan dengan aroma berbeda dapat membantu meningkatkan nafsu makan kucing,” kata Miyazaki.
Ia berharap temuan ini dapat membantu pemilik hewan dalam merawat kucing, terutama dalam menjaga nafsu makan dan kualitas hidup hewan peliharaan. (*)
Editor : Putut Ariyo