batampos – Kabar mengejutkan datang dari divisi gim Microsoft. Perusahaan dikabarkan tengah mempertimbangkan langkah restrukturisasi besar yang dapat berdampak pada sejumlah studio internal, termasuk Arkane Lyon yang saat ini mengembangkan Marvel’s Blade.
Bukan hanya masa depan gim Marvel’s Blade yang berada dalam ketidakpastian, tetapi kelangsungan beberapa studio pengembang lain di bawah naungan Xbox. Namun, Microsoft masih belum memberikan konfirmasi resmi terkait berbagai spekulasi yang beredar.
Belum ada keputusan resmi dari Microsoft, tetapi laporan menyebut perusahaan sedang mempertimbangkan untuk menghentikan pengembangan gim tersebut sebagai bagian dari upaya memangkas biaya operasional.
Marvel’s Blade awalnya ditargetkan meluncur pada 2026. Namun, sumber yang mengetahui proses pengembangannya menyebut jadwal internal telah bergeser hingga akhir 2027.
Proyek juga dilaporkan menghadapi pembengkakan anggaran, sehingga Microsoft mengevaluasi apakah pengembangannya masih layak diteruskan. Nasib Arkane Lyon juga disebut berada di ujung tanduk.
Baca Juga: Witchbrook Tampilkan Detail Terbaru, Simulasi Sekolah Sihir Bergaya Stardew Valley
Microsoft dikabarkan sedang mempertimbangkan beberapa opsi, mulai dari menutup studio, memisahkannya dari Xbox, hingga mencari pembeli baru agar Arkane dapat tetap beroperasi di luar naungan Microsoft. Langkah disebut menjadi bagian dari strategi efisiensi yang tengah dijalankan perusahaan.
Laporan yang sama menyebut Arkane bukan satu - satunya studio yang terdampak evaluasi. Compulsion Games, Double Fine, Ninja Theory, dan Undead Labs juga dikabarkan masuk dalam daftar studio yang masa depannya sedang ditinjau.
Beberapa di antaranya disebut berpeluang dijual kepada pihak lain apabila ada investor yang berminat mengambil alih. Di Compulsion Games situasi bahkan dilaporkan sudah menimbulkan kekhawatiran di kalangan karyawan.
Manajemen internal disebut telah mengingatkan sebagian staf untuk mulai mencari peluang kerja lain karena menganggap kemungkinan penutupan studio semakin besar. Karyawan Ninja Theory juga dikabarkan telah diberi tahu bahwa studio mereka dapat ditutup atau dipisahkan dari Xbox.
Restrukturisasi juga diperkirakan akan diikuti gelombang PHK besar. Laporan menyebut pengurangan tenaga kerja diperkirakan dimulai pada 6 Juli 2026 dan dapat berdampak pada sekitar 1.000 karyawan di berbagai divisi Xbox.
Kebijakan ini disebut sebagai bagian dari reset organisasi di bawah kepemimpinan CEO Xbox Asha Sharma, yang sebelumnya menyatakan perusahaan harus mengambil keputusan sulit untuk membangun bisnis gim yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Microsoft, Xbox, Bethesda, maupun Arkane Lyon belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait laporan.(*)
Editor : Juliana Belence