batampos- Pemadaman listrik berulang kali kembali terjadi di Kabupaten Lingga. Kali ini pemadaman listrik terjadi di Daik Lingga. Dalam satu hari terjadi 4 kali pemadaman arus listrik, Senin (25/8).
Untuk penyebab pastinya masih belum dapat dipastikan. Namun, kepala kantor Unit Layanan Pembantu (ULP) PLN Dabo Singkep, Jhon Frengki Simatupang menjelaskan untuk sementara kemungkinan ada gangguan jaringan.
"Hari ini sepertinya ada gangguan jaringan bang, Sedang ditelusuri tim, setiap arah ke budus dimasukkan kembali padam ke pangkal musai," ujar Jhon saat dikonfirmasi, Senin (25/8).
Hingga saat ini tim dari tim dari PLN sedang melakukan penelusuran terhadap gangguan jaringan agar potensi pemadaman arus listrik dapat di minimalisir.
"Iyaa bang, team kami masih bekerja untuk meminimalisir potensi-potensi penyebab terjadinya pemadaman arus listrik," ungkap Jhon.
Girwan Andreas, warga kelurahan Daik, Kecamatan Lingga, mengeluh dengan adanya pemadaman arus listrik yang terjadi berulang kali dalam satu hari.
"Kami merasa sangat dirugikan dengan pemadaman arus listrik yang terjadi berulang kali dalam satu hari. Beberapa perobot elektronik keperluan rumah tangga kami menjadi rusak," ungkap Girwan.
Girwan mengungkapkan bahwa jika kami terlambat membayar maka pihak PLN langsung memutuskan aliran listrik yang ada di rumah. Namun, ketika pelayanan yang diberikan oleh pihak PLN tidak maksimal kami selaku masyarakat tidak diberikan dispensasi atau potongan harga.
"Jika memang mau profesional, ketika kami terlambat membayar pihak PLN silahkan memutus aliran listrik yang ada di rumah kami. Namun, ketika pihak PLN tidak bisa memberikan pelayanan yang maksimal maka mereka juga harus bersedia memberikan dispensasi atau potongan harga. Selanjutnya jika dengan pemadaman arus listrik yang terjadi berulang kali ini menjadikan beberapa perabotan rumah tangga kami rusak apa solusi dari pihak PLN," tegas Girwan.
Permasalahan pemadaman arus listrik yang terjadi di Kabupaten Lingga ini masih belum bisa diselesaikan oleh pihak PLN. Sangat disayangkan kondisi ini terus berlanjut tanpa ada solusi nyata dari pihak PLN.
Kondisi ini selain menganggu aktivitas rumah tangga, aktivitas pelayanan publik oleh pemerintah setempat juga menjadi tehambat. (*)
Editor : Tunggul Manurung