batampos – Operasional kapal roro rute Kuala Tungkal–Dabo Singkep kembali terhenti akibat kerusakan kapal. Kondisi ini membuat distribusi bahan pokok ke Kabupaten Lingga tersendat, sementara barang dagangan para pedagang tertahan di Pelabuhan Kuala Tungkal.
Padahal, sesuai jadwal per Januari 2026, kapal roro tersebut direncanakan kembali berlayar pada 12 Januari 2026. Namun hingga Minggu (11/1), belum ada kepastian waktu keberangkatan.
Gangguan operasional rute Tungkal–Dabo Singkep ini bukan kali pertama terjadi. Masalah serupa kerap berulang dan berdampak langsung pada pasokan barang kebutuhan pokok di Dabo Singkep.
Sejumlah pedagang mengaku barang dagangan mereka tertahan hampir dua pekan di Kuala Tungkal. Hingga kini, belum ada informasi resmi terkait jadwal pelayaran lanjutan.
“Barang kami sudah hampir dua minggu di Tungkal karena belum ada kejelasan kapan kapal berangkat ke Dabo,” ujar salah seorang pedagang.
Di sisi lain, kapal roro rute Batam–Kuala Tungkal diketahui tetap beroperasi hampir setiap hari. Bahkan, kapal yang melayani rute tersebut merupakan armada yang sama dengan rute Tungkal–Dabo Singkep.
Para pedagang menilai kondisi ini membingungkan. Pasalnya, rute Batam–Tungkal disiapkan kapal pengganti, sementara rute Tungkal–Dabo Singkep tidak memiliki armada alternatif.
“Ini yang membingungkan. Dari Batam ke Tungkal ada kapal pengganti, tapi dari Tungkal ke Dabo tidak ada,” keluh pedagang tersebut.
Wakil Bupati Lingga, Novrizal, mengatakan pemerintah daerah telah membahas persoalan ini bersama Bupati Lingga dan Dinas Perhubungan. Pemda bahkan mengusulkan agar jadwal pelayaran roro ke Kuala Tungkal ditingkatkan menjadi dua kali dalam sepekan.
“Kemarin sudah dibahas bersama Dinas Perhubungan dan Bupati. Bahkan kami minta jadwal seminggu dua kali ke Tungkal. Nanti akan kami koordinasikan lagi dengan kepala dinas,” kata Novrizal.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Lingga, Hendri Efrizal, menyebut pihaknya masih berkoordinasi dengan ASDP terkait penyediaan kapal pengganti untuk rute Tungkal–Dabo Singkep.
“Kami masih mengupayakan koordinasi untuk kapal pengganti, namun sampai sekarang belum ada jawaban dari pihak ASDP,” ujarnya. (*)
Editor : M Tahang