Yuk, kenali 7 tanda yang perlu kamu waspadai!
- Kuku Berwarna Kuning
Kuku yang menguning bisa disebabkan oleh infeksi jamur, tapi juga bisa menandakan masalah serius seperti penyakit paru-paru, diabetes, atau gangguan tiroid. Jika disertai penebalan dan lambat tumbuh, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.
- Kuku Pucat atau Putih
Jika sebagian besar kuku tampak pucat atau hampir putih, ini bisa menjadi gejala anemia, gagal jantung, penyakit hati, atau malnutrisi. Terutama jika warna kulit di bawah kuku tampak memudar, tubuh mungkin kekurangan oksigen atau zat besi.
- Kuku Berbintik atau Bercak Putih
Bercak putih kecil biasanya disebabkan oleh trauma ringan seperti terbentur, tapi jika sering muncul dan tidak hilang-hilang, bisa menandakan kekurangan zinc, kalsium, atau bahkan infeksi jamur.
- Garis Gelap atau Hitam di Bawah Kuku
Garis gelap yang muncul secara tiba-tiba dan tak disebabkan oleh cedera bisa menjadi tanda melanoma subungual, yaitu jenis kanker kulit yang tumbuh di bawah kuku. Jangan abaikan garis seperti ini—segera periksa ke dokter kulit.
- Kuku Bergelombang atau Berlekuk
Permukaan kuku yang tidak rata, terdapat lekukan horizontal (garis Beau), atau terlihat seperti terpotong-potong bisa mengindikasikan stres fisik berat, demam tinggi, atau penyakit kronis seperti diabetes dan psoriasis.
- Kuku Menebal dan Mengeras
Jika kuku tiba-tiba menebal, keras, dan susah dipotong, bisa jadi itu pertanda infeksi jamur. Namun, kondisi ini juga bisa dikaitkan dengan gangguan peredaran darah atau penyakit paru-paru.
- Kuku Rapuh dan Mudah Patah
Kuku yang sangat rapuh dan mudah patah bisa menjadi pertanda kekurangan nutrisi, terutama biotin (vitamin B7), zat besi, atau protein. Ini juga bisa terjadi akibat paparan bahan kimia seperti pembersih rumah tangga atau terlalu sering menggunakan kuteks tanpa jeda.
Meski kuku bukan satu-satunya indikator kesehatan tubuh, memperhatikan kondisinya bisa memberi kita sinyal awal tentang apa yang sedang terjadi di dalam tubuh. Jika kamu merasa ada perubahan aneh atau mendadak pada kuku, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter. (*)
Editor : Ichwanul Fazmi