Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Benarkah Kebiasaan Menggigit Kuku Tanda Gangguan Mental? Ini Penjelasannya!

Ichwanul Fazmi • Jumat, 25 April 2025 | 20:25 WIB

ILUSTRASI. Kebiasaan menggigit kuku menunjukkan tanda adanya gangguan mental tertentu.
ILUSTRASI. Kebiasaan menggigit kuku menunjukkan tanda adanya gangguan mental tertentu.
batampos - Menggigit kuku atau onychophagia mungkin terdengar sepele. Banyak orang melakukannya saat sedang gugup, bosan, atau tanpa sadar. Tapi tahukah kamu, kebiasaan ini bisa jadi lebih dari sekadar “kebiasaan buruk”?

Bahkan, dalam dunia psikologi, menggigit kuku bisa jadi tanda adanya gangguan mental tertentu. Benarkah demikian? Yuk, kita bahas bersama!

Apa Itu Onychophagia?

Onychophagia adalah kebiasaan menggigit kuku secara berulang, baik saat sadar maupun tidak. Ini termasuk dalam perilaku kompulsif, dan bisa memengaruhi kuku, gusi, hingga kulit di sekitar jari.

Pada banyak kasus, kebiasaan ini dimulai sejak masa kanak-kanak dan bisa berlanjut hingga dewasa jika tidak ditangani.

Mengapa Orang Menggigit Kuku?

Ada banyak alasan di balik kebiasaan ini, seperti:

Tapi... kalau terlalu sering, bisa jadi ada sesuatu yang lebih serius di baliknya.

Terkait Gangguan Mental? Ini Faktanya

Dalam dunia psikologi, kebiasaan menggigit kuku yang berlebihan bisa dikaitkan dengan beberapa kondisi berikut:

  1. Gangguan Kecemasan (Anxiety Disorders)

Banyak orang menggigit kuku sebagai respons terhadap stres atau kecemasan. Ini menjadi cara tubuh meredakan tekanan, meski efeknya justru merusak diri sendiri.

  1. Gangguan Obsesif-Kompulsif (OCD)

Menggigit kuku secara kompulsif juga bisa menjadi bagian dari gejala OCD, terutama jika dilakukan secara berulang dan sulit dikendalikan meskipun tahu itu merusak.

  1. Gangguan Impulsif

Onychophagia termasuk dalam kategori Body-Focused Repetitive Behaviors (BFRBs), bersama dengan kebiasaan mencabut rambut (trichotillomania) atau mengelupas kulit (dermatillomania).

Fakta menarik: American Psychiatric Association pernah mengklasifikasikan menggigit kuku berlebihan sebagai salah satu bentuk perilaku kompulsif.

Apa Dampaknya Jika Dibiarkan?

Menggigit kuku bukan hanya soal penampilan. Ini bisa menimbulkan dampak kesehatan seperti:

Cara Menghentikan Kebiasaan Ini

Kalau kamu atau orang terdekat punya kebiasaan ini, berikut beberapa cara yang bisa dicoba:

Ya, menggigit kuku bisa jadi tanda gangguan mental, terutama jika dilakukan secara kompulsif dan terus-menerus. Tapi jangan buru-buru panik—setiap orang bisa punya kebiasaan kecil yang jadi pelarian dari stres. Kuncinya adalah menyadari, mengelola, dan mencari bantuan jika perlu. (*)

Editor : Ichwanul Fazmi
#gigit kuku #psikologi