Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Suka Traveling? Ini Bukti Ilmiah di Balik Liburan yang Menyembuhkan Pikiran

Chahaya Simanjuntak • Kamis, 13 November 2025 | 21:57 WIB

Ilustrasi. Mengisi liburan memang memerlukan persiapan matang agar perjalanan nyaman dan lancar.
Ilustrasi. Mengisi liburan memang memerlukan persiapan matang agar perjalanan nyaman dan lancar.

Batampos - Bagi banyak orang, traveling adalah bentuk hiburan atau cara melepas penat. Namun, di balik aktivitas berpindah tempat ini, terdapat manfaat ilmiah yang nyata bagi kesehatan mental.

Sejumlah penelitian internasional pun menunjukkan, traveling tidak hanya membuat seseorang merasa bahagia, tetapi juga menurunkan stres, meningkatkan kreativitas, dan memperbaiki fungsi otak.

Berikut penjelasan yang dibuktikan secara ilmiah mengenai manfaat traveling untuk kesehatan mental, yakni:

1. Traveling Menurunkan Stres dan Tekanan Mental

Perubahan lingkungan saat traveling memberi efek langsung pada sistem saraf dan hormon stres dalam tubuh. Journal of Positive Psychology menunjukkan, individu yang melakukan perjalanan singkat ke alam terbuka mengalami penurunan kadar kortisol atau hormon pemicu stres hingga 20 persen dibanding yang tidak traveling.

Baca Juga: Delapan Pasar Natal Terindah di Jepang yang Wajib Dikunjungi Setiap Tahun

2. Membantu Meningkatkan Kebahagiaan dan Keseimbangan Emosi

Traveling mampu memicu pelepasan hormon dopamin dan endorfin yang meningkatkan rasa bahagia. Menurut riset dari Cornell University, bahkan hanya merencanakan liburan saja sudah bisa meningkatkan level kebahagiaan seseorang, karena otak merespons ekspektasi positif terhadap pengalaman baru.
Selain itu, pengalaman sosial seperti bertemu orang baru atau menikmati budaya lokal juga memperkuat rasa syukur dan kepuasan hidup.

3. Memperluas Pola Pikir dan Meningkatkan Kreativitas

Bepergian ke tempat baru membuat otak bekerja lebih aktif. Kita dihadapkan pada bahasa, sistem, dan budaya yang berbeda yang memaksa otak berpikir fleksibel.
Penelitian dari Academy of Management Journal menemukan, individu yang pernah tinggal atau bepergian ke luar negeri cenderung memiliki tingkat kreativitas dan kemampuan pemecahan masalah yang lebih tinggi. Jadi, perubahan lingkungan memberi stimulasi baru yang memicu koneksi saraf otak, mirip dengan latihan mental alami.

Baca Juga: Hujan Deras Disertai Angin dan Petir Terjang Makkah, Jalan Terendam dan Arus Deras Hantam Kota Suci

4. Melatih Kemandirian dan Ketangguhan Mental

Saat traveling, seseorang belajar mengatur jadwal, mengambil keputusan cepat, dan menghadapi situasi tak terduga. Hal ini membangun kepercayaan diri dan kemampuan menghadapi tekanan. Dalam psikologi, pengalaman semacam ini dikenal sebagai self-efficacy atau keyakinan seseorang terhadap kemampuannya untuk mengatasi tantangan.

5. Meningkatkan Kualitas Tidur dan Fungsi Otak

Traveling juga berdampak positif pada kualitas tidur dan fungsi kognitif.
Paparan sinar matahari alami membantu menyeimbangkan ritme sirkadian tubuh, yang berpengaruh pada pola tidur.

Studi di Frontiers in Psychology menunjukkan, aktivitas luar ruangan saat liburan membantu meningkatkan produksi serotonin atau neurotransmitter yang mengatur suasana hati dan menjaga kesehatan mental secara umum.

Maka berliburlah, pergilah traveling. Istirahatkan pikiranmu dan beri asupan yang menyehatkan ke tubuh dan mentalmu. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#kesehatan mental #traveling #manfaat traveling untuk kesehatan mental #psikologi