batampos - Open AI dan NVIDIA mengumumkan penandatanganan letter of intent untuk membentuk kemitraan strategis guna membangun infrastruktur AI generasi berikutnya. Sistem ini akan digunakan untuk melatih dan menjalankan model generasi terbaru Open AI dalam perjalanan menuju penerapan superintelligence.
NVIDIA berencana menginvestasikan hingga US$ 100 miliar dalam Open AI secara bertahap, tergantung tahap - tahap pembangunan infrastruktur tersebut. Fase pertama ditargetkan mulai beroperasi pada paruh kedua tahun 2026 dengan menggunakan platform NVIDIA Vera Rubin.
Pendiri dan CEO NVIDIA, Jensen Huang, mengatakan NVIDIA dan Open AI telah saling mendorong selama satu dekade, mulai dari superkomputer DGX pertama hingga terobosan ChatGPT, dikutip dari NVIDIA, Rabu (24/9).
Investasi kemitraan infrastruktur ini menandai lompatan besar dengan menerapkan 10 gigawatt untuk menggerakan era kecerdasan berikutnya. NVIDIA akan menjadi mitra strategis utama dalam hal compute dan jaringan untuk Open AI.
Kedua pihak akan menyeimbangkan roadmap mereka agar perangkat keras dan perangkat lunak saling teroptimasi satu sama lain. Kemitraan ini sangat besar dalam skala dan arti terhadap ekosistem AI.
Tidak hanya sebagai pelanggan dan penyedia, tetapi kolaborator dalam pengembangan infrastruktur dan teknologi. Dengan 10 GW sistem, jumlah GPU dan daya komputasi yang tersedia untuk model AI menjadi jauh lebih besar.
Hal ini memungkinkan Open AI melatih dan menjalankan model yang lebih kompleks. Kerja sama ini memperkuat NVIDIA sebagai pemain kunci di industri AI, terutama dalam penyediaan hardware dan ekosistem pendukung.(*)
Editor : Tunggul Manurung