Target Energi Terbarukan 2030, CCEP Pasang PLTS Atap Lebih dari 11 MW

JawaPos • Dipublikasikan Rabu, 4 November 2026 | 18:30 WIB
PACS Director CCEP Indonesia, Dhedy Adi Nugroho. (JawaPos)
PACS Director CCEP Indonesia, Dhedy Adi Nugroho. (JawaPos)

batampos – Coca-Cola Europacific Partners (CCEP) Indonesia terus memperluas pemanfaatan energi terbarukan di fasilitas produksinya. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mencapai target penggunaan 100 persen energi terbarukan secara global pada 2030.

PACS Director CCEP Indonesia, Dhedy Adi Nugroho, mengatakan perusahaan menyiapkan sejumlah strategi untuk mencapai target tersebut. Selain memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap, CCEP juga memanfaatkan Renewable Energy Certificate (REC) dari PT PLN (Persero).

"Strateginya menggunakan energi terbarukan lewat solar panel. Selain itu, kami juga menggunakan REC dari PLN," ujar Dhedy saat ditemui di sela-sela peresmian PLTS Atap di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (4/11).

Hingga saat ini, kapasitas PLTS Atap yang telah terpasang di sejumlah fasilitas CCEP Indonesia diperkirakan mencapai lebih dari 11 megawatt (MW). Kapasitas tersebut berasal dari fasilitas produksi di Bekasi 1, Pasuruan, dan Semarang.

Terbaru, perusahaan meresmikan PLTS Atap berkapasitas 1,44 MW di fasilitas produksinya, Bekasi Plant 2, Jawa Barat. Pembangkit tersebut menambah pemanfaatan energi surya dalam kegiatan operasional perusahaan.

Meski demikian, kapasitas PLTS Atap terbaru tersebut belum masuk dalam perhitungan total kapasitas yang disampaikan perusahaan. Sebab, pembangkit di Bekasi Plant 2 masih memasuki tahap komisioning.

Penghitungan pemanfaatan energinya akan dilakukan setelah pembangkit beroperasi dan menghasilkan listrik dalam periode berikutnya.

Selain PLTS Atap dan REC, CCEP Indonesia juga menjajaki penggunaan sumber energi terbarukan lainnya. Salah satu opsi yang mulai dipertimbangkan adalah woodchip atau serpihan kayu yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif.

Dhedy mengatakan, pembahasan mengenai pemanfaatan woodchip masih berada pada tahap awal. Perusahaan masih mempelajari potensi sumber energi tersebut sebelum mengambil keputusan lebih lanjut.

"Kami masih terus mengeksplorasi opsi-opsi energi baru terbarukan lainnya. Seperti yang tadi disampaikan Cikarang Listrindo, itu juga salah satu opsi yang menarik, mereka punya woodchip. Tapi masih dalam tahap pembicaraan," jelasnya.

Melalui kombinasi pemanfaatan energi surya, REC, dan penjajakan sumber energi alternatif, CCEP Indonesia berupaya mendukung transisi energi sekaligus mengurangi ketergantungan operasional terhadap energi konvensional.(*)

Editor : Cipi Ckandina
PLTS Terbarukan CCEP energi