batampos - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Kepulauan Riau, terus memperkuat transformasi pendidikan digital melalui pemanfaatan smart board atau papan pintar di sekolah. Perangkat tersebut dinilai membantu guru menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif sekaligus meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Natuna, Nasria, mengatakan pemerintah daerah menerima bantuan sebanyak 116 unit smart board dari pemerintah pusat pada 2025. Seluruh perangkat tersebut telah didistribusikan ke sekolah penerima.
"Berdasarkan hasil pemantauan kami, smart board sudah dimanfaatkan oleh sekolah dan sangat membantu pendidik dalam proses pembelajaran," kata Nasria di Natuna, Sabtu.
Sebanyak 116 perangkat itu disalurkan kepada empat taman kanak-kanak (TK), 84 sekolah dasar (SD), dan 28 sekolah menengah pertama (SMP). Bantuan tersebut bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memperkuat kompetensi peserta didik melalui pemanfaatan teknologi digital.
Menurut Nasria, penggunaan smart board memudahkan guru menyampaikan materi pelajaran secara lebih menarik dan mudah dipahami siswa. Beragam materi pembelajaran dapat ditampilkan dalam bentuk visual, animasi, maupun multimedia sehingga membantu siswa memahami konsep yang kompleks.
Sebagai contoh, pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), guru dapat menampilkan gambar hewan beserta struktur organ tubuhnya secara interaktif. Metode pembelajaran seperti ini dinilai mampu meningkatkan minat belajar sekaligus mendorong partisipasi aktif siswa selama proses belajar berlangsung.
Selain meningkatkan interaksi di kelas, smart board juga membantu guru menghemat waktu. Materi pembelajaran dapat disimpan dalam format digital sehingga mudah digunakan kembali, sementara proses evaluasi belajar siswa juga menjadi lebih praktis.
Meski demikian, Nasria mengakui jumlah smart board yang tersedia saat ini masih belum mampu memenuhi kebutuhan seluruh sekolah di Kabupaten Natuna.
Ia menjelaskan, keterbatasan anggaran daerah membuat pemerintah kabupaten belum dapat melakukan pengadaan perangkat secara mandiri. Karena itu, Pemkab Natuna masih mengandalkan dukungan dari pemerintah pusat untuk memperluas pemanfaatan teknologi digital di dunia pendidikan.
"Untuk saat ini, anggaran daerah belum memungkinkan untuk pengadaan smart board. Karena itu, kami memanfaatkan bantuan dari pemerintah pusat terlebih dahulu," ujarnya.
Ke depan, Disdikbud Natuna berharap dukungan sarana pembelajaran berbasis teknologi terus bertambah agar transformasi pendidikan digital dapat menjangkau seluruh sekolah, termasuk di wilayah perbatasan. Dengan demikian, kualitas pembelajaran di Natuna diharapkan semakin merata dan mampu meningkatkan daya saing sumber daya manusia di masa depan. (*)
Editor : Putut Ariyo