batampos- Uang palsu pecahan Rp100 ribu beredar di sejumlah warung yang ada di kawasan Ganet, Kota Tanjungpinang, Kepri. Pedagang yang menjadi korban pun, meminta pihak terkait untuk mengambil sikap.
Aceng, seorang pemilik toko di Jalan Ganet Tanjungpinang menjadi salah satu korban. Ia mengaku telah menerima selembar uang palsu dari satu diantara pembeli, yang berbelanja di tokonya. Keberadaan uang palsu itu terungkap, saat ia hendak menyetor uang ke Bank.
"(Kejadian) dua bulan lalu. Ketahuannya saat saya nyetor ke Bank, ada uang Rp100 ribu yang tidak bisa, ternyata itu uang palsu," kata Aceng di Tokonya, Minggu (8/12).
Uang palsu itu memiliki ukuran yang sama, layaknya uang asli. Namun, uang itu tidak memiliki benang pengaman, hingga tidak terdapat tanda air saat diterawang. Uang palsu itu pun langsung dimusnahkan.
"Sudah digunting dan disita bank. Tapi saya sempat foto dan lapor ke polisi. Tapi katanya harus waspada saja," tambahnya.
Keresahan beredarnya uang palsu juga dirasakan oleh Lita, seorang pedagang gorengan. Saat sedang berjualan, ia menerima selembar uang Rp100 ribu, yang memiliki ukuran dan tekstur berbeda dari uang asli pada umumnya.
Uang palsu itu didapat oleh Lita dari seorang pria yang membeli gorengan di warungnya, pada Jumat (6/12). Kala itu, pelaku diketahui membeli gorengan senilai Rp25 ribu, menggunakan uang palsu Rp100 ribu.
"Suami saya yang terawang, tidak ada nampak gambar pahlawan, ternyata memang palsu. Uang itu dari laki-laki, setelah membeli ia langsung tergesa-gesa pergi," tambahnya.
Ia mengaku sempat curiga saat menerima uang kertas yang ukurannya lebih kecil. Namun karena masih melayani pembeli lain, kemudian uang tersebut langsung disimpan.
"Saya mau ngecek itu lupa, tahu pas sudah di rumah, Lagi hitung hasil pendapatan lihat ada uang palsu pecahan Rp100 Ribu," pungkasnya. (*)
Editor : Tunggul Manurung