Gerak Jalan Proklamasi juga telah menjadi bagian dari tradisi di Tanjungpinang terutama dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Indonesia setiap bulan Agustus.
Gerak jalan di Indonesia mulai populer lebih kurang sejak tahun 1960-an. Saat itu, pemerintah dan berbagai organisasi mulai menyelenggarakan lomba baris-berbaris.
Tujuannya untuk menanamkan nilai disiplin, kekompakan, serta cinta tanah air kepada masyarakat, khususnya pelajar dan generasi muda.
Gerak jalan mengalami perkembangan dari masa ke masa. Tidak hanya menampilkan ketahanan fisik, tapi juga kreativitas dan semangat kebersamaan.
Di berbagai daerah terutama di Tanjungpinang dan Bintan, gerak jalan kini diiringi dengan musik, yel-yel, dan kostum unik yang mencerminkan kekayaan budaya lokal.
Setelah sempat vakum selama beberapa tahun akibat pandemi, Gerak Jalan Proklamasi terutama kategori 45 kilometer kembali digelar di Tanjungpinang tahun 2025 ini.
Kegiatan tahunan yang selalu dinanti ini tidak hanya membangkitkan semangat kebangsaan dan sportivitas, tetapi juga menggairahkan roda ekonomi masyarakat.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Tanjungpinang Ruli Friadi, mengatakan, pendaftaran perlombaan gerak jalan telah dibuka secara online untuk 3 kategori yaitu 8 kilometer, 17 kilometer dan 45 kilometer.
"Sudah ada ratusan peserta dari tiga kategori yang daftar. Nanti akan ada juara 1,2,3. Kemudian juara harapan untuk semua kategori. Total hadiah puluhan juta," katanya, Kamis (31/7).
Menurut Ruli, penyelenggaraan Gerak Jalan Proklamasi ini dapat berdampak positif terhadap perekonomian di Tanjungpinang.
"Diadakan lagi gerak jalan ini karena ada dampak perputaran ekonomi bagi masyarakat Tanjungpinang," jelasnya.
Rencananya, gerak jalan 8 kilometer akan dilaksanakan pada 24 Agustus 2025. Gerak jalan 17 kilometer akan dilaksanakan 23 Agustus 2025. Sedangkan gerak jalan 45 kilometer akan dilaksanakan pada 30 Agustus hingga 31 Agustus 2025.
"Start gerak jalan 8 kilometer dan 17 kilometer, di terminal Sei Carang. Sedangkan 45 kilometer nanti startnya di Senggarang," ungkap Ruli. (*)
Editor : Tunggul Manurung