Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Belum Ada Kasus, Tanjungpinang Tetap Siaga Ancaman Virus Nipah

Mohamad Ismail • Minggu, 8 Februari 2026 | 18:30 WIB
Penumpang kapal dari Singapura saat melewati mesin pengecek suhu tubuh di Pelabuhan SBP Tanjungpinang. F. Mohamad Ismail/Batam Pos
Penumpang kapal dari Singapura saat melewati mesin pengecek suhu tubuh di Pelabuhan SBP Tanjungpinang. F. Mohamad Ismail/Batam Pos

batampos - Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi masuknya virus Nipah, meski hingga kini belum ditemukan adanya kasus virus tersebut.

Pengawasan antisipasi masuknya virus Nipah di ibu kota provinsi tersebut dengan melakukan pemeriksaan suhu tubuh para penumpang, yang tiba di Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang.

Kepala Dinas Kesehatan Tanjungpinang, Rustam mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) untuk melakukan pendeteksian suhu tubuh penumpang.

"Jadi petugas melakukan screening penumpang dan pengecekan suhu tubuh sebagai langkah awal pencegahan," kata Rustam, Minggu (8/2).

Ia memastikan, bahwa hingga saat ini belum ada warga Tanjungpinang yang terindikasi terpapar virus Nipah. "Namun pengawasan tetap kota lakukan secara terus menerus," tambahnya.

Menurutnya, virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia, terutama dari hewan berisiko seperti kelelawar.

Sementara gejala awal yang muncul usai terinfeksi tersebut akan mengalami demam, nyeri otot, sakit tenggorokan, mual, hingga gangguan kesadaran pada kondisi berat.

Selain penularan dari hewan, virus ini juga berpotensi menyebar melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi, termasuk buah yang telah digigit hewan.

"Sehingga masyarakat harus waspada. Terutama memakan makanan dan kontak kepada hewan-hewan yang berisiko," tambahnya.

Ia juga meminta kepada masyarakat untuk rutin mencuci tangan, membersihkan bahan makanan sebelum dikonsumsi. Selain itu, masyarakat yang merasa terinfeksi harus segera mendatangi fasilitas terdekat.

"Terutama yang baru saja bepergian dari negara lain. Segera ke fasilitas kesehatan terdekat, jangan menunda," tambahnya. (*)

Editor : M Tahang
#virus nipah