Batampos - Kekeringan yang melanda Bintan telah berdampak pada beberapa sektor, termasuk Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tanjungpinang yang berlokasi di Kampung Banjar, Kecamatan Gunung Kijang.
Namun, Kepala Lapas Kelas IIA Tanjungpinang, Untung Cahyo Sidharto mengatakan bahwa pihaknya telah berhasil mengantisipasi dampak kekeringan tersebut.
"Kekeringan memang sempat memberikan dampak ke Lapas Kelas IIA Tanjungpinang, tapi kami telah mengantisipasinya dengan mengoptimalkan sumur bor yang dimiliki Lapas untuk memenuhi kebutuhan di Lapas," ujarnya.
Sumur bor tersebut menjadi salah satu sumber air utama untuk memenuhi kebutuhan warga binaan.
Selain itu, pihak Lapas juga mengoptimalkan instalasi Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Tirta Kepri.
Sebelumnya, air yang mengalir dari PDAM bisa 2 sampai 3 kali dalam seminggu. Kini, pihak Lapas meminta kepada PDAM agar dapat mengalirkan air setiap hari.
"Alhamdulillah, air dari PDAM bisa mencukupi kebutuhan warga binaan setiap hari," katanya.
Kini, air dari PDAM mengalir setiap hari mulai sekitar pukul 17.00 WIB hingga sekitar pukul 22.00 WIB.
Meski air cukup, Untung telah mengimbau kepada warga binaan untuk menggunakan air secukupnya.
"Kami ingin warga binaan dapat menggunakan air dengan bijak dan tidak berlebihan," katanya. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak