batampos - Andrew Mountbatten Windsor, mantan pangeran dan adik Raja Charles III, ditangkap pada Kamis (19/2), oleh polisi Inggris atas dugaan pelanggaran jabatan publik.
Kepolisian Thames Valley menjelaskan bahwa penangkapan itu dilakukan setelah anggota publik dan petugas mengevaluasi bukti yang muncul dari dokumen Epstein yang baru dirilis oleh Departemen Kehakiman AS.
Thames Valley Police mengkonfirmasi bahwa seorang pria berusia 60 tahun ditangkap di kediamannya di Sandringham Estate, Norfolk.
Pihak berwenang tidak menyebut nama tersangka sesuai pedoman nasional. Polisi juga tengah melakukan penggeledahan di beberapa alamat di Norfolk dan Berkshire sebagai bagian dari penyelidikan.
Penangkapan terjadi setelah munculnya dokumen baru yang dirilis oleh Pemerintah AS terkait Epstein Files.
Dokumen menunjukkan bahwa Andrew diduga membagikan informasi sensitif pemerintah kepada Epstein ketika ia menjabat sebagai utusan dagang Inggris.
Tuduhan tersebut berkaitan dengan dugaan ia mengirimkan laporan resmi dari kunjungan pemerintah kepada Epstein, termasuk informasi perjalanan ke negara - negara seperti Vietnam dan Singapura pada tahun 2010.
Polisi menilai adanya dugaan bahwa seorang wanita mungkin telah diperdagangkan ke Inggris oleh Epstein untuk bertemu dengan Andrew.
Setelah ditahan, Andrew dilepaskan sambil penyelidikan berlanjut tanpa dakwaan resmi. Polisi masih menyelidiki kemungkinan pelanggaran lebih lanjut.
“Hukum harus berjalan sebagaimana mestinya," kata Raja Charles III, dikutip dari The Washington Post, Jumat (20/2).
Penangkapan ini dianggap sebagai momen penting dalam sejarah karena melibatkan anggota keluarga kerajaan Inggris. Ini menandai akuntabilitas hukum terhadap figur berprofil tinggi.
Andrew sebelumnya telah menjauhkan diri dari tugas kerajaan sejak 2019 karena kontroversi terkait hubungan dengan Epstein.
Pada 2025, ia kehilangan gelar bangsawan serta beberapa kehormatan setelah tekanan publik dan peninjauan hubungan tersebut.(*)
Editor : Juliana Belence