batampos – Penyelidikan kasus terbaliknya tugboat ASL Mega di perairan PT ASL Shipyard, Tanjunguncang, masih berlanjut. Polisi membutuhkan keterangan tambahan untuk mengungkap penyebab pasti insiden yang menewaskan tiga kru kapal tersebut.
Kapolsek Batuaji, AKP Bayu Rizki Subagyo, mengatakan hingga kini penyidik belum dapat menyimpulkan penyebab kecelakaan.
“Masih dalam penyelidikan. Kami terus meminta keterangan saksi, termasuk saksi tambahan yang akan diperiksa,” ujarnya, Rabu (25/3).
Sejauh ini, lima saksi telah dimintai keterangan. Mereka terdiri dari satu korban selamat, manajer operasional perusahaan, serta pekerja yang berada di lokasi saat kejadian.
Penyidik juga akan menggali keterangan dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
“Kami butuh data dari KSOP terkait perizinan dan aktivitas kapal. Sementara BMKG untuk mencocokkan kondisi cuaca saat kejadian,” kata Bayu.
Seluruh keterangan tersebut nantinya akan diuji dan dikomparasikan dengan pendapat ahli sebelum diambil kesimpulan.
“Nanti kami sandingkan dengan keterangan ahli,” tambahnya.
Insiden tugboat ASL Mega terjadi pada Jumat (6/3) sore. Saat itu kapal tengah membantu proses pandu tanker Kyparissia berbendera Malta di perairan dekat jetty PT ASL Shipyard.
Namun, kapal tiba-tiba terbalik saat menjalankan tugas.
Peristiwa itu mengakibatkan tiga kru meninggal dunia, yakni Abdul Rahman (nakhoda), Guntur Pardede, dan Jhonson Bertuahman Damanik. Sementara dua kru lainnya, M Habib Ansyari dan Yusuf Tangkil, selamat.
Yusuf ditemukan dalam kondisi hidup setelah terjebak di ruang mesin selama tiga hari sebelum akhirnya dievakuasi tim SAR gabungan.
Insiden ini kembali menyoroti aspek keselamatan kerja di kawasan galangan kapal PT ASL Shipyard. Dalam setahun terakhir, sejumlah kecelakaan fatal seperti kebakaran dan ledakan kapal juga terjadi di area tersebut. (*)
Editor : M Tahang