batampos – Aktivitas di Pelabuhan Internasional Batam Center kembali normal setelah mencuatnya dugaan pungutan liar (pungli) oleh oknum petugas Imigrasi. Arus penumpang terpantau berjalan tertib tanpa gangguan berarti.
Antrean pemeriksaan dokumen keimigrasian mengalir sesuai prosedur. Sejumlah penumpang asing mengaku tidak mengalami kendala saat proses kedatangan.
Salah satu penumpang asal Singapura, Fahrul, mengatakan belum pernah mengalami pungli secara langsung.
“Biasanya antre sesuai prosedur. Soal pungli, saya hanya dengar dari teman dan media sosial,” ujarnya, Jumat (27/3).
Di tengah sorotan publik, pengawasan di pelabuhan diperketat, terutama menjelang arus Lebaran. Kepala Wilayah Kerja Syahbandar, Pasaroan Samosir, menyebut langkah pengamanan telah ditingkatkan.
Pemeriksaan kelaiklautan kapal diperketat, kapasitas penumpang diawasi, dan jumlah personel di lapangan ditambah. Koordinasi lintas instansi juga diperkuat untuk mengantisipasi lonjakan penumpang.
“Langkah ini untuk memastikan aktivitas pelayaran tetap aman, tertib, dan lancar,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Batam, Hajar Aswad, menegaskan pihaknya tengah melakukan pemeriksaan internal terkait dugaan pungli.
Ia memastikan tidak ada toleransi terhadap praktik pungutan liar serta menegaskan komitmen menjaga pelayanan yang profesional dan transparan.
“Kami berkomitmen memberikan pelayanan keimigrasian yang sesuai ketentuan kepada seluruh pengguna jasa,” ujarnya.
Meski kondisi di lapangan kondusif, proses penelusuran dugaan pelanggaran masih berlangsung. Hasil pemeriksaan diharapkan dapat menjawab kekhawatiran publik sekaligus menjaga kepercayaan terhadap layanan di salah satu pintu masuk utama Indonesia tersebut. (*)
Editor : M Tahang