batampos- Kenaikan harga dan berkurangnya stok bahan pokok di Tanjungpinang disebut bukan tanpa sebab. Asosiasi Distributor Bahan Pokok (AdiBapok) Tanjungpinang mengungkap setidaknya ada tiga persoalan utama.
Seperti terjadinya kesulitan panen di daerah penghasil, sehingga membuat pendistribusian stok bahan pokok ke Kepri terputus. Kemudian disebabkan terjadinya bencana di Sumatra.
Kemudian, suplai dari Kota Batam untuk daerah di Kepri, terutama Bintan dan Tanjungpinang, terhambat karena adanya pengetatan.
"Bawang, cabe, dan minyak, rata-rata suplainya dari sana. Ini putus total hampir dua minggu belum masuk," kata Ketua AdiBapok Kota Tanjungpinang, Muhammad Sadmi Al-Qoyyum, Senin (15/12).
Ia mengakui, bahwa pihaknya telah bertemu dengan Bea Cukai Batam untuk menyelesaikan permasalahan stok dan harga bahan pokok di Pulau Bintan.
"Jadi persoalannya, barang tidak boleh masuk kecuali barang lokal yang memiliki asal usul barang,” tambahnya.
Ia menegaskan, dengan kekurangan stok di Tanjungpinang, sebagai asosiasi distributor, pihaknya segera mencari pasokan dari daerah lain, agar tidak ada kelangkaan.
"Namun kendala kita ketika barang dari luar, harga ini akan meningkat. Kami fokus untuk ketersediaan agar tidak ada masyarakat yang kekurangan stok," pungkasnya. (*)
Editor : Tunggul Manurung