batampos – Sebanyak 43 siswa SMK Negeri 1 Batam berhasil lolos ke perguruan tinggi negeri melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026. Jumlah ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 48 siswa.
Kepala sekolah, Deden Suryana, mengungkapkan salah satu penyebab utama penurunan tersebut adalah masih banyak siswa yang tidak memilih jurusan kuliah yang linear dengan bidang keahlian mereka di SMK.
“Kita sayangkan masih ada siswa yang tidak memilih jurusan yang sejalan. Misalnya dari teknik justru memilih jurusan nonteknik. Ini memengaruhi peluang diterima di perguruan tinggi,” ujarnya, Rabu (15/4).
Menurutnya, keberhasilan dalam SNBP tidak hanya ditentukan oleh nilai akademik, tetapi juga kesesuaian antara latar belakang pendidikan dengan program studi yang dipilih.
“Linearitas sangat berpengaruh. Siswa dari jurusan teknik seharusnya memilih jurusan teknik agar peluangnya lebih besar,” jelasnya.
Selain itu, tingginya persaingan di jurusan favorit turut menjadi tantangan. Deden menyebut banyak siswa yang memilih program studi dengan tingkat kompetisi tinggi tanpa mempertimbangkan peluang dan daya tampung.
Ia juga menyoroti kebijakan Politeknik Negeri Batam yang memprioritaskan pilihan pertama calon mahasiswa. Namun, menurutnya, strategi pemilihan jurusan siswa masih belum optimal.
“Poltek Batam memprioritaskan pilihan utama, tetapi kita lihat banyak siswa belum maksimal dalam menentukan pilihan tersebut,” katanya.
Meski demikian, pihak sekolah memastikan telah melakukan pembinaan sejak dini. Pemetaan minat siswa, baik yang ingin melanjutkan pendidikan maupun langsung bekerja, sudah dilakukan sejak kelas X.
“Sejak awal kami sudah petakan minat siswa. Yang ingin kuliah maupun bekerja sudah diarahkan sejak kelas 10,” ungkapnya.
Dari total sekitar 930 siswa kelas XII tahun ini, masih banyak yang akan mencoba jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) sebagai peluang lanjutan untuk masuk perguruan tinggi negeri.
“Nanti masih ada SNBT. Untuk siswa yang ingin kuliah, kita perkuat kemampuan akademiknya, tidak hanya praktik,” tambahnya.
Deden menegaskan, meskipun SMK berorientasi pada dunia kerja, pencapaian akademik tetap penting untuk membuka peluang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
“Banyak juga siswa kami yang berprestasi dan berhasil masuk perguruan tinggi. Ini akan terus kita dorong,” tutupnya. (*)
Editor : Jamil Qasim