batampos - Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI, Aan Suhanan, meresmikan penambahan 19 unit armada baru Trans Batam untuk memperkuat layanan transportasi publik di Kota Batam, Kepulauan Riau.
Aan mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Batam yang dinilai konsisten berinvestasi dalam pengembangan transportasi massal perkotaan, mulai dari penambahan armada, penguatan koridor, hingga perluasan rute ke berbagai fasilitas publik seperti pelabuhan dan bandara.
“Batam sudah mulai berinvestasi di transportasi publik, mulai dari penambahan unit, penguatan koridor, hingga rute bus dengan akses ke berbagai fasilitas seperti pelabuhan dan bandara. Ini langkah yang sangat baik,” ujarnya di Batam, Selasa.
Ia menjelaskan bahwa pengembangan Trans Batam melalui skema Buy The Service (BTS) merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah dan operator transportasi untuk meningkatkan kualitas layanan publik.
Baca Juga: Enak dan Harga Ramah di Kantong, Rekomendasi 5 Tempat Makan Malam Enak di Batam
“Pemda membeli layanan dari operator. Dengan skema BTS ini membantu pemerintah daerah sekaligus operator karena ada kepastian layanan,” katanya.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Batam, Suhar, mengatakan penambahan 19 armada tersebut bertujuan untuk peremajaan sekaligus memperluas jangkauan layanan Trans Batam.
Menurutnya, Trans Batam saat ini melayani sembilan koridor, dan pada 2026 total armada akan meningkat menjadi 52 unit.
Armada baru tersebut akan ditempatkan di sejumlah rute strategis, di antaranya koridor Jodoh–Batam Center, Piayu–Batam Center, Nongsa–Batam Center, serta Sekupang–Batam Center hingga Sekupang–Tanjung Uncang.
“Khusus koridor Nongsa–Batam Center nantinya juga akan diintegrasikan ke Bandara Internasional Hang Nadim mulai 1 Juni,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebagian armada digunakan untuk menggantikan bus lama yang sudah tidak layak operasional, sementara sisanya untuk meningkatkan kapasitas layanan.
“Pemkot Batam mempertahankan tarif flat Rp5.000 untuk umum dan Rp2.000 bagi pelajar,” katanya.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto, turut mengapresiasi digitalisasi pembayaran Trans Batam yang kini telah mendukung QRIS Tap.
Baca Juga: Perangi Penyalahgunaan Obat Tertentu di Kalangan Remaja
Menurutnya, sistem pembayaran non-tunai ini membuat transaksi lebih cepat, praktis, dan mendukung percepatan digitalisasi ekonomi daerah.
“Sekarang sudah bisa digunakan QRIS Tap di Trans Batam. Ini bagian dari percepatan digitalisasi ekonomi untuk memudahkan masyarakat dalam membayar,” ujarnya. (*)
Editor : Putut Ariyo