batampos – Politeknik Negeri Batam (Polibatam) mengembangkan inovasi teknologi tepat guna bernama Segara Automatic Fish Feeder, alat pemberi pakan ikan otomatis berbasis Internet of Things (IoT) untuk mendukung sistem budi daya ikan bioflok yang lebih efisien dan modern.
Pengembang sekaligus dosen Program Studi Mekanika dan Elektronika Polibatam, Daniel Sutopo, menjelaskan bahwa alat ini tidak hanya memberikan pakan secara otomatis, tetapi juga mencampurkan vitamin yang dibutuhkan ikan.
“Melalui alat ini kami tidak hanya memberikan pakan, tetapi juga vitamin secara otomatis dengan sistem IoT. Kami juga dapat memantau kadar oksigen, pH, suhu, dan tingkat kekeruhan air secara real time,” ujar Daniel Sutopo di Batam, Selasa (2/6).
Fitur Utama dan Kemudahan AksesSegara Automatic Fish Feeder dapat dihubungkan dengan smartphone, sehingga pembudi daya ikan dapat memantau kondisi kolam dari jarak jauh kapan saja. Menurut Daniel, teknologi ini menjawab tantangan utama pembudi daya yang sering kesulitan memantau kolam secara terus-menerus.
“Pembudi daya membutuhkan alat monitoring yang praktis. Dengan sistem ini mereka bisa mengetahui kondisi kolam dari smartphone, sehingga ketika ada perubahan parameter tertentu bisa segera dilakukan tindakan,” tambahnya.
Pengembangan Segara telah berlangsung selama empat angkatan mahasiswa dan didukung pendanaan hibah dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Ke depan, tim Polibatam berencana mengintegrasikan Artificial Intelligence (AI) untuk mendeteksi tingkat kekenyangan ikan agar pemberian pakan lebih tepat sasaran, serta mengembangkan fitur pengendalian otomatis untuk oksigen, pH, dan kekeruhan air.
Daniel menambahkan bahwa inovasi ini sangat membantu pembudi daya yang memiliki keterbatasan waktu, terutama saat hujan deras atau sedang bekerja di luar lokasi, karena alat tetap beroperasi otomatis dan mengirim notifikasi.
Dukungan Pemerintah DaerahKepala Dinas Perikanan Kota Batam, Yudi Admajianto, menyambut positif inovasi yang lahir dari perguruan tinggi ini.
“Dalam tiga tahun terakhir, Pemerintah Kota Batam telah membantu sekitar 75 hingga 80 kelompok pembudi daya dengan teknologi bioflok. Kami sangat mendukung keterlibatan akademisi dalam menciptakan teknologi yang dapat meningkatkan produktivitas,” kata Yudi.
Menurutnya, inovasi seperti Segara Automatic Fish Feeder sangat dibutuhkan untuk meningkatkan efisiensi usaha budi daya ikan di Batam. Pihaknya berharap semakin banyak teknologi hasil riset perguruan tinggi yang dapat langsung dihilirisasi dan diterapkan di lapangan.Inovasi Polibatam ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi ribuan pembudi daya ikan di Kepulauan Riau, sekaligus mendukung peningkatan produksi perikanan budi daya yang lebih berkelanjutan dan berdaya saing. (*)
Editor : Putut Ariyo