Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Bulog Batam Pastikan Stok Beras Aman hingga 6 Bulan, Tersedia Lebih dari 5.000 Ton

Antara • Senin, 8 Juni 2026 | 16:16 WIB
Ilustrasi stok beras di gudang Bulog. (Humas Kementan)
Ilustrasi stok beras di gudang Bulog. (Humas Kementan)

batampos – Perum Bulog Kantor Cabang Batam memastikan ketersediaan stok beras di wilayah Batam dan Karimun dalam kondisi aman serta mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga lima sampai enam bulan ke depan.

Kepala Cabang Bulog Batam, Guido XL Pereira, mengatakan persediaan beras yang tersimpan di gudang Bulog hingga akhir Mei 2026 masih berada pada level yang sangat memadai. Selain itu, permintaan masyarakat juga terpantau stabil tanpa lonjakan signifikan menjelang maupun setelah Idul Adha 1447 Hijriah.

“Stok Bulog untuk wilayah kerja Kantor Cabang Batam cukup untuk lima sampai enam bulan ke depan. Permintaan juga masih normal, tidak ada peningkatan yang signifikan sebelum maupun setelah Idul Adha 1447 H,” ujar Guido, Senin.

Berdasarkan data per 29 Mei 2026, total stok beras yang tersimpan di Gudang Bulog Batam dan Karimun mencapai lebih dari 5.000 ton. Persediaan tersebut terdiri atas berbagai kategori beras yang diperuntukkan bagi program pemerintah maupun kebutuhan komersial.

Baca Juga: Janice dan Aldila Bidik Awal Manis di Libema Open 2026

Rinciannya meliputi beras medium Program Stabilisasi Pasokan dan Operasi (PSO) sebanyak 2.694 ton, beras medium PSO lainnya 1.773 ton, beras bantuan pangan 56 ton, serta beras untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 132 ton.

Selain itu, Bulog juga memiliki stok beras premium dengan berbagai merek, yakni Candi Mulyo sebanyak 299 ton, Befood 118 ton, dan Punokawan sebanyak 13 ton.

Guido menjelaskan kebutuhan beras Bulog di wilayah Batam rata-rata mencapai 150 ton per bulan. Sementara itu, kebutuhan di Kabupaten Karimun berkisar antara 250 hingga 300 ton per bulan.

“Kebutuhan beras Bulog di wilayah Batam rata-rata mencapai 150 ton per bulan. Sedangkan di Kabupaten Karimun sekitar 250 hingga 300 ton per bulan,” katanya.

Dengan ketersediaan stok yang ada saat ini, Bulog optimistis kebutuhan beras masyarakat di kedua daerah tersebut dapat terpenuhi dengan baik dalam beberapa bulan mendatang sekaligus menjaga stabilitas pasokan di pasaran.

Tidak hanya beras, Bulog Batam juga masih memiliki cadangan sejumlah komoditas pangan lainnya. Persediaan tersebut antara lain Minyakita untuk program bantuan pangan sebanyak 173 ton, Minyakita komersial 3 ton, minyak goreng premium 200 liter, jagung 20 ton, serta gula sebanyak 230 kilogram.

Terkait penyerapan hasil panen petani, Guido menjelaskan bahwa Bulog Batam tidak memiliki target khusus karena wilayah kerja Batam dan Karimun bukan merupakan daerah sentra produksi padi. Meski demikian, Bulog tetap membuka kesempatan bagi petani yang ingin menjual hasil panennya.

Baca Juga: Israel Tutup Penyeberangan Gaza dan Hentikan Bantuan Kemanusiaan Usai Serangan Rudal Iran

“Untuk wilayah kerja Bulog Batam memang tidak ada target penyerapan. Namun jika ada petani yang ingin menjual beras ke Bulog, kami siap membeli sesuai harga dan persyaratan standar kualitas yang ditetapkan pemerintah,” jelasnya.

Bulog Batam berharap ketersediaan stok pangan yang memadai dapat menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di Batam maupun Karimun. Dengan demikian, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan maupun gejolak harga pangan. (*)

Editor : Putut Ariyo
#harga pangan #batam #Bulog Batam #stok beras #karimun