Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Proyek Drainase dan Kolam Retensi Jadi Penyebab Genangan di Kepri Mall-Orchard Park

Muhammad Syahban • Kamis, 11 Juni 2026 | 06:01 WIB
Hujan yang mengguyur kota Batam mengakibatkan sejumlah ruas jalan tergenang. Selasa (10/6). Kondisi ini mengakibatkan puluhan kendaraan roda dua mogok karena terjebak genangan air hujan. F.Cecep Mulyana/Batam Pos
Hujan yang mengguyur kota Batam mengakibatkan sejumlah ruas jalan tergenang. Selasa (10/6). Kondisi ini mengakibatkan puluhan kendaraan roda dua mogok karena terjebak genangan air hujan. F.Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Genangan air yang kembali muncul di sejumlah ruas jalan utama Kota Batam saat hujan deras mengguyur beberapa hari terakhir memicu keluhan masyarakat. Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam mengungkap penyebab banjir berulang di kawasan Simpang Kepri Mall dan Orchard Park, yang disebut berkaitan dengan proyek pengendalian banjir dan perbaikan drainase yang masih berlangsung.

Dua titik yang menjadi perhatian publik berada di Simpang K-Square (Kepri Mall) serta ruas jalan Orchard Park menuju Top 100. Kedua lokasi tersebut kerap tergenang setiap kali hujan berintensitas tinggi turun sehingga mengganggu kelancaran lalu lintas.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Merta Dinata, menjelaskan genangan di kawasan Simpang Kepri Mall terjadi karena proyek perluasan kolam retensi yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan.

“Jadi gini, sebenarnya Simpang Kepri itu aman-aman saja. Saat ini kami sedang dalam proses pembangunan perluasan kolam retensi di sana,” kata Merta, Rabu (10/6).

Menurutnya, proses pengerukan tanah untuk memperbesar kapasitas kolam retensi menyebabkan material tanah masuk ke area tampungan saat hujan turun. Kondisi tersebut membuat kapasitas kolam sementara berkurang sehingga air meluap ke jalan.

“Ketika hujan datang, tanah masuk ke kolam retensi sehingga volume tampungnya berkurang. Akibatnya air meluap,” ujarnya.

Merta menegaskan kondisi tersebut bersifat sementara dan diyakini akan membaik setelah proyek perluasan kolam retensi selesai dikerjakan.

“Insya Allah kalau pekerjaan perluasan kolam retensi sudah selesai, tidak terjadi lagi seperti ini,” katanya.

Meski demikian, warga berharap pembangunan infrastruktur pengendalian banjir tetap memperhatikan dampaknya terhadap sistem drainase selama masa konstruksi. Pasalnya, Simpang Kepri Mall merupakan salah satu jalur vital yang setiap hari dilalui ribuan kendaraan.

Sementara itu, genangan yang terjadi di ruas jalan Orchard Park menuju Top 100 disebut dipengaruhi pekerjaan drainase di bagian hilir serta perbaikan gorong-gorong yang tengah dilakukan BP Batam.

“Saat ini kami sedang melakukan pekerjaan di hilirnya, tepat di belakang Orchard. Selain itu ada juga perbaikan gorong-gorong di seberang Orchard yang dikerjakan oleh BP Batam,” ujar Merta.

Ia membantah anggapan bahwa genangan disebabkan oleh reklamasi di kawasan muara laut di belakang Orchard Park.

“Hilir lautnya tidak ada reklamasi. Yang pasti saat ini ada pekerjaan crossing atau perbaikan gorong-gorong di seberang Orchard,” tegasnya.

Berulangnya genangan di sejumlah titik strategis Kota Batam menjadi perhatian masyarakat. Sebagai kota industri, investasi, dan pariwisata, warga berharap persoalan drainase dan pengendalian banjir dapat ditangani secara menyeluruh agar aktivitas masyarakat tidak terganggu setiap kali hujan deras turun.

Merta berharap seluruh pekerjaan drainase, kolam retensi, dan pengendalian banjir yang sedang berjalan dapat segera rampung sehingga kapasitas aliran air meningkat dan potensi genangan dapat diminimalkan.

“Semoga pekerjaannya cepat selesai sehingga tidak lagi terjadi banjir,” tutupnya. (*)

Editor : Jamil Qasim
#Proyek Drainase #Kolam Retensi