BP Batam Tangani 29 Titik Rawan Banjir, Evaluasi Drainase Terus Berjalan

Muhammad Sya'ban • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 20:10 WIB
Wakil Kepala BP Batam merangkap Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra menunjuk lokasi penanganan drainase di Jalan S. Parman, Tanjungpiayu, Kecamatan Sungai Beduk, didampingi Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam Mouris Limanto. F: BP Batam
Wakil Kepala BP Batam merangkap Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra menunjuk lokasi penanganan drainase di Jalan S. Parman, Tanjungpiayu, Kecamatan Sungai Beduk, didampingi Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam Mouris Limanto. F: BP Batam

 
batampos - Penanganan banjir di Batam mulai menyasar sejumlah titik yang selama ini kerap menjadi langganan genangan. Sebanyak 29 titik telah ditangani Badan Pengusahaan (BP) Batam melalui perbaikan infrastruktur maupun kolaborasi dengan Pemerintah Kota (Pemko) Batam.

Namun, penanganan tersebut tidak berhenti pada pekerjaan fisik. BP Batam masih melakukan evaluasi kondisi di lapangan untuk memastikan saluran yang dibangun maupun diperbaiki mampu berfungsi optimal ketika hujan turun.

Wakil Kepala BP Batam merangkap Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra beberapa kali turun langsung meninjau infrastruktur yang telah ditangani.

Pada Selasa (25/8), misalnya, Li Claudia meninjau sejumlah infrastruktur, mulai dari drainase Jalan S. Parman, Tanjungpiayu, Kecamatan Sungai Beduk; drainase di depan RS Graha Hermine, Batuaji; Drainase Spillway Muka Kuning; hingga ruas Simpang Pollux-Simpang Telkom yang direncanakan mendapat Penerangan Jalan Umum (PJU).

Di tiga titik drainase, Li Claudia melihat langsung kondisi saluran sekaligus progres penanganannya. Ia ingin memastikan pekerjaan tidak sekadar selesai secara fisik, tetapi sesuai dengan persoalan dan kebutuhan di masing-masing kawasan.

“Kami ingin melihat langsung kondisi di lapangan. Infrastruktur seperti drainase maupun penerangan jalan memiliki manfaat yang langsung dirasakan masyarakat. Sehingga perlu kita perhatikan dan evaluasi sesuai kondisi serta kebutuhan masing-masing lokasi,” kata Li Claudia.

Pengecekan berlanjut pada Kamis (27/8). Bersama Anggota/Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam Mouris Limanto dan jajaran, Li Claudia meninjau Drainase Jalan Tengku Sulung di depan Perumahan Odessa dan Drainase Jalan Hang Tuah, Taman Raya Tahap 4, di depan SMP Negeri 28 Batam, Kelurahan Belian.

Baca Juga: Dirut BPJS Kesehatan Kunjungi RSBP Batam, Dorong Pergeseran dari Volume-Based ke Value-Based

Di dua lokasi tersebut, tim menemukan persoalan yang berkaitan dengan kelancaran aliran air. Penumpukan material menjadi salah satu hal yang diperhatikan karena berpotensi menghambat saluran dan memicu genangan.

Selain drainase, akses jalan inspeksi di sekitar saluran juga menjadi perhatian. Infrastruktur pendukung tersebut diperlukan agar pemeliharaan dan pemeriksaan saluran dapat dilakukan dengan lebih mudah.

Li Claudia mengatakan pembenahan drainase harus berangkat dari kebutuhan masyarakat. Infrastruktur yang telah dibangun juga membutuhkan pemeliharaan agar fungsinya tidak kembali terganggu.

“Pembenahan infrastruktur yang kita lakukan harus berorientasi pada kenyamanan aktivitas harian warga. Di saat yang sama, peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sangat dibutuhkan agar fungsi drainase tetap optimal,” ujarnya.

Sementara itu, Deputi Infrastruktur BP Batam Mouris Limanto mengatakan evaluasi lapangan akan terus dilakukan. Tim teknis, kata dia, akan menyesuaikan penanganan dengan kondisi masing-masing kawasan.

“Tim teknis kami akan terus melakukan evaluasi berkala di lapangan agar formulasi penanganan tepat sasaran sesuai kondisi aktual,” tuturnya.

Baca Juga: UT Batam Perkuat SALUT, Perluas Akses Pendidikan Tinggi di Kepri

Salah satu hasil penanganan dapat dilihat di kawasan Simpang Kabil atau Simpang K-Square, eks Kepri Mall. BP Batam meningkatkan saluran drainase di kawasan tersebut melalui proyek multiyears 2026-2027.

Setelah penanganan dilakukan, genangan yang sebelumnya kerap muncul ketika hujan disebut sudah tidak lagi dirasakan masyarakat.

Bagi BP Batam, penanganan 29 titik tersebut menjadi bagian dari pekerjaan yang lebih panjang. Perbaikan saluran tidak hanya ditujukan untuk mengurangi genangan, tetapi juga memastikan sistem drainase Batam mampu mengikuti perkembangan kawasan dan aktivitas masyarakat yang semakin padat. (*)

Editor : Yofi Yuhendri
bp batam drainase banjir Li Claudia Chandra infrakstruktur