Batampos - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bintan Utara mengalami gangguan setelah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tanjunguban Selatan 4 menghentikan operasional sementara mulai Senin (8/6/2026).
Akibat penghentian tersebut, sekitar 2.400 penerima manfaat tidak mendapatkan distribusi makanan bergizi gratis yang selama ini disalurkan melalui dapur MBG tersebut.
Kepala SPPG Tanjunguban Selatan 4, Riska, membenarkan penghentian sementara layanan dapur MBG yang berlokasi di Pasar Baru, Kelurahan Tanjunguban Selatan.
Baca Juga: Terkait Senjata Nuklir, Presiden Korsel Usul Kondisi Supaya Korea Utara Tak Merasa Terancam
Menurut dia, keputusan tersebut diambil karena dana operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN) belum cair sehingga dapur tidak dapat melanjutkan produksi makanan.
“Dana dari BGN kurang. Kita setop sementara supaya tidak berutang ke supplier. Kalau dananya sudah masuk, kita jalan lagi,” ujar Riska.
Ia menjelaskan, dari total 2.400 penerima manfaat yang dilayani, sekitar 1.700 orang merupakan pelajar dari 11 sekolah di wilayah Bintan Utara. Sementara sisanya terdiri atas ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang terdaftar melalui posyandu.
Baca Juga: Perda LAM Batam Resmi Disahkan
Riska mengatakan penyaluran dana dari BGN biasanya dilakukan secara bertahap. Namun hingga saat ini, dapur yang dipimpinnya belum menerima pencairan dana untuk melanjutkan operasional.
“Kalau dananya masuk hari ini, kita bisa langsung jalan lagi,” katanya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh penerima manfaat yang terdampak akibat penghentian sementara program tersebut.
“Kami mohon maaf karena saat ini belum bisa memberikan layanan MBG kepada penerima manfaat,” ujarnya.
Hingga berita ini ditulis, operasional dapur MBG masih menunggu kepastian pencairan dana dari Badan Gizi Nasional. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak