Batampos - Harga bawang impor di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengalami kenaikan. Bawang-bawang yang dijual dengan harga tinggi tersebut berasal dari Thailand dan juga Tiongkok.
Kenaikan harga terpantau di Pasar Bintan Center. Harga bawang merah jawa tembus Rp44 ribu per kilogram, dari yang sebelumnya hanya sebesar Rp36 ribu per kilogram.
Bawang tersebut bukanlah bawang lokal. Melainkan bawang yang didatangkan dari Thailand.
Baca Juga: 75 Ribu Pengangguran di Kepri
"Naiknya Rp8 ribu per kilogram. Sekarang bawang merah yang kami jual didatangkan dari Thailand karena stok dari daerah sudah tidak ada lagi," kata Lauren, pedagang Pasar Bintan Center Tanjungpinang, Kamis (2/7/2026).
Selain bawang merah, harga bawang putih turut mengalami kenaikan Rp6 ribu, dari yang Rp30 ribu per kilogram menjadi Rp36 ribu. Kemudian bawang Birma yang sebelumnya Rp22 ribu per kilogram, kini menjadi Rp24 ribu per kilogram.
Menurutnya, harga bawang tersebut mengalami kenaikan akibat stok bawang lokal menipis, sehingga pedagang bergantung pada pasokan impor dari Thailand dan Tiongkok.
Baca Juga: 148 PMI Dipulangkan dari Malaysia Lewat Batam, Imigrasi Perketat Pengawasan di Pelabuhan
Selain itu, kenaikan juga dipengaruhi oleh naiknya biaya pengiriman yang terjadi sejak beberapa pekan terakhir. Terlebih, bawang putih yang dijual di pasar tersebut juga berasal dari impor Cina.
Kenaikan harga tersebut, kata dia mulai berdampak kepada daya beli masyarakat. Ia mengaku, pembeli kini mengurangi jumlah belanja dibandingkan sebelumnya.
"Pembeli jelas berkurang. Sekarang orang lebih hemat belanja karena harga sudah naik dan MBG juga tutup," pungkasnya. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak