Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Donald Trump Kehilangan Kesabaran, Iran Diperingatkan Setelah Negosiasi Berlarut - larut

Juliana Belence • Kamis, 11 Juni 2026 | 10:15 WIB
Donald Trump kehilangan kesabaran dengan Iran dalam negosiasi. (x.com/Kataeb_Eng)
Donald Trump kehilangan kesabaran dengan Iran dalam negosiasi. (x.com/Kataeb_Eng)

batampos - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunjukkan kekecewaannya terhadap Iran yang dinilai tidak serius dalam menjalani proses negosiasi dengan Amerika Serikat.

Donald Trump menuding Teheran sengaja memperlambat pembicaraan yang selama ini diharapkan dapat meredakan ketegangan antara kedua negara. Ia bahkan memperingatkan bahwa Teheran harus menghadapi konsekuensi atas sikapnya tersebut.

“Iran hanya banyak bicara dan tidak ada tindakan. Mereka terlalu lama menegosiasikan kesepakatan yang sebenarnya akan sangat menguntungkan bagi mereka. Sekarang mereka harus membayar harganya,” tulis Donald Trump di Truth Social, dikutip dari Reuters, Kamis (11/6).

Pernyataan keras Trump muncul setelah serangkaian aksi saling serang antara Amerika Serikat dan Iran yang kembali meningkatkan ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Militer AS sebelumnya melancarkan serangan terhadap sistem pertahanan udara dan radar Iran di sekitar Selat Hormuz dan menyusul insiden jatuhnya helikopter Apache milik AS.

Baca Juga: Jepang Dukung Pemanfaatan Energi Nuklir Damai di Malaysia

Iran mengklaim telah menargetkan sejumlah pangkalan militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania menggunakan rudal serta drone. 

Trump juga mengisyaratkan kemungkinan serangan lanjutan terhadap infrastruktur penting Iran, termasuk pembangkit listrik dan jembatan, apabila proses negosiasi terus mengalami kebuntuan.

Ancaman menandai perubahan sikap Donald Trump yang sebelumnya beberapa kali menyatakan optimistis bahwa kesepakatan dengan Iran dapat segera tercapai. 

Seorang sumber yang mengetahui jalannya pembicaraan menyebut negosiator Qatar telah melakukan perjalanan ke Teheran untuk mencoba memfasilitasi kesepakatan antara kedua negara setelah berkonsultasi dengan pihak Amerika Serikat.

Ketegangan ini terjadi bersamaan dengan meningkatnya tekanan internasional terhadap Iran terkait program nuklirnya. 

Dewan Gubernur Badan Energi Atom Internasional (IAEA) baru - baru ini mengesahkan resolusi yang didukung AS agar Iran melaporkan stok uranium yang diperkaya dan memberikan akses inspeksi kepada pengawas internasional. 

Iran menolak resolusi dan menyebutnya bermuatan politik. Ketidakpastian mengenai hasil negosiasi Amerika Serikat-Iran berpotensi memengaruhi pasar energi dan keamanan regional dalam waktu dekat.(*)

 

Editor : Juliana Belence
#negosiasi #ketegangan #ancaman #donald trump #iran