Wakil Ketua Parlemen Iran, Ali Nikzad, Senin (28/9), mengatakan rancangan undang-undang (RUU) terkait rencana tersebut sedang dalam pembahasan mendesak di parlemen.
"Rancangan undang-undang untuk keluar dari NPT saat ini sedang ditinjau secara mendesak dan akan dibahas pada hari yang sama saat dokumen tersebut diterima secara resmi. Namun, parlemen juga akan mempertimbangkan implikasi internasionalnya," kata Nikzad, seperti dikutip kantor berita Fars dan dilansir Antara, Selasa (29/9).
Sebelumnya, pada 13 September, anggota presidium parlemen Iran, Abbas Goudarzi, juga menyatakan bahwa keluar dari NPT merupakan salah satu langkah yang dapat diwujudkan Iran.
Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian dalam pidatonya di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menegaskan bahwa Teheran tidak memandang senjata nuklir sebagai faktor keamanan dan menolaknya.
Mendiang pemimpin Iran, Ali Khamenei, sebelumnya telah mengeluarkan larangan keagamaan terhadap kepemilikan dan penggunaan senjata nuklir.
Namun, penerusnya, Mojtaba Khamenei, belum memberikan pernyataan mengenai isu tersebut maupun mengeluarkan larangan serupa. (*)
Editor : Cipi Ckandina