Batampos - Pagi itu, suasana Gedung Daerah Provinsi Kepri, di Tanjungpinang terasa berbeda. Bukan karena prosesi pelantikan pejabat tinggi, melainkan karena ada sejarah baru yang diukir.
Di dalam Gedung Daerah Jalan S.M Amin Tanjungpinang, nama Misni disebut untuk maju kedepan. Dengan suara lantang, Misni mengucapkan sumpah jabatan sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kepri, sekaligus perempuan pertama yang menduduki posisi tersebut.
Dalam hitungan menit, statusnya berubah dari Asisten III menjadi Sekda definitif. Bagi sebagian orang, pelantikan ini hanya sekadar rotasi jabatan. Namun bagi banyak orang, pelantikan ini menandakan bahwa kepemimpinan tak lagi dibatasi oleh stereotip lama.
Perempuan kelahiran Kabupaten Asahan, Sumatra Utara, 16 Mei 1973 itu bukanlah sosok baru di lingkungan Pemprov Kepri. Misni telah malang-melintang di berbagai posisi strategis lingkungan Pemprov Kepri.
Baca Juga: Hujan Deras Disertai Angin Kencang Landa Bintan, Satu Rumah Rusak
Karirnya dimulai dari urusan administrasi pemerintahan, sebagai Kepala Biro Administrasi Urusan Pemerintah tahun 2014-2016. Lalu berlanjut sebagai Sekretaris Korpri pada 2016-2017, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak tahun 2017-2023, hingga Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Pemprov Kepri pada 2023-2025.
Di posisi yang pernah ia jabat, Misni dikenal sebagai figur yang membangun komunikasi lintas sektor. Pengalamannya berinteraksi dengan pemerintah pusat menjadi salah satu kekuatan yang kini diharapkan mampu memperkuat sinergi pembangunan daerah.
"Banyak catatan postif saat ia menjabat sebagai Kepala OPD. Beliau mampu membangun jaringan yang bagus dengan pemerintah pusat," kata Gubernur Kepri, Ansar Ahmad usai melantik Misni, Senin (27/4/2026).
Misni bahkan dinilai mampu menjadi penggerak utama birokrasi, penghubung visi dan misi kepala daerah dengan implementasi di lapangan, sekaligus penjaga ritme kerja perangkat daerah.
Harapan itu kini bertumpu pada Misni. Ia diminta mampu memperkuat koordinasi antar organisasi perangkat daerah, meningkatkan kualitas aparatur sipil negara, serta memastikan program-program pemerintah berjalan efektif dan tepat sasaran.
Baca Juga: Sempat Rusak, Kadishub Kepri Sebut Dermaga Apung Tanjung Buton Lingga Sudah Diperbaiki
"Memang perempuan pertama menjabat Sekda di Kepri. Kita dorong terus, karena ini adalah peluang untuk kaum perempuan," sebut Ansar sembari tersenyum.
Terpilihnya Misni sebagai Sekda perempuan pertama di Kepri tersebut menandai, ruang kepemimpinan di birokrasi semakin inklusif. Kompetensi, rekam jejak, dan integritas menjadi faktor utama, melampaui batas-batas yang selama ini kerap dianggap sebagai penghalang.
Dengan mengenakan jilbab dan dasi biru, Misni mengakui jabatan merupakan sebuah amanah yang harus dijalankan dengan baik, bahkan dengan penuh kehati-hatian dan tanggungjawab.
Bagi Misni, menjaga komunikasi dan kordinasi sangat penting dilakukan untuk menguatkan fondasi utama dalam menjalankan tugas. Menurutnya, seorang Sekda harus mampu menjadi simpul yang menghubungkan berbagai kepentingan, mulai dari pengelolaan kepegawaian hingga keuangan daerah.
Peran itu menuntut ketegasan sekaligus kemampuan merangkul, agar setiap kebijakan dapat berjalan selaras. "Tentu tugas saya berkaitan dengan pengambilan peran untuk mencapai visi dan misi kepala daerah," ujar Misni.
Misni diketahui telah menempuh pendidikan S1 Kesehatan Masyarakat di Universitas Sumatera Utara pada 1993-1997, kemudian melanjutkan pendidikan Magister Ilmu Sosial di Universitas Padjadjaran pada 2001-2004. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak