Batampos - Ketua DPRD Kepri, Iman Sutiawan memberikan respon terkait adanya wacana maskapai Garuda Indonesia, untuk berhenti melayani penerbangan di Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang.
Setelah menerima kabar tersebut, Iman menyampaikan bahwa Garuda Indonesia dan pihak lainnya dapat melakukan pertimbangan, sebelum memutuskan Garuda Berhenti Beroperasi di Tanjungpinang pada 9 Febuari mendatang.
"Dengar kabar itu agak terkejut, kita harap Garuda Indonesia dapat mempertimbangkan kembali," kata Iman Setiawan di Dompak Tanjungpinang, Kamis (22/1/2026).
Menurutnya, selama ini maskapai Garuda Indonesia merupakan salah satu penunjang perekonomian di daerah ibu kota Provinsi Kepri tersebut. Terlebih, adanya maskapai plat merah tersebut merupakan simbol bahwa Tanjungpinang merupakan kota yang maju.
"Ya kita dari DPRD dan Pemprov Kepri pasti ingin wacana tersebut dikaji ulang lagi," tegasnya.
Sementara itu, General Manager Bandara RHF Tanjungpinang, Mohamad Setiadi Dermawan Wakan mengatakan bahwa informasi berhentinya penerbangan Garuda baru bersifat lisan.
"Untuk informasi tidak terbang lagi pada tanggal 9 Februari kami sudah mendengar. Tapi kami masih menunggu kepastiannya," tambahnya.
Sehingga, ia belum mengetahui secara pasti Garuda Indonesia akan berhenti melayani penerbangan dari dan menuju Bandara RHF Tanjungpinang tersebut.
"Ini kami masih menunggu alasan pastinya dari Garuda Indonesia di pusat," pungkasnya. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak