batampos - Seorang wanita di Shandong, Tiongkok, menjadi perhatian internasional setelah menjalani prosedur medis yang tidak biasa. Prosedur medis ini membuat telinga kirinya terputus akibat kecelakaan kerja.
Telinga kirinya ditempelkan pada punggung kaki untuk menjaga jaringan tetap hidup sebelum disambungkan kembali ke tempat asalnya.
Wanita bernama Sun mengalami kecelakaan di pabrik di kota Jinan, Shandong ketika rambutnya tersangkut mesin.
Bernasib kurang beruntung yang membuat robek pada kulit kepala dan putusnya telinga kiri. Nyawanya tidak terancam, tetapi memerlukan rekonstruksi medis darurat.
Pembuluh darah pada tempat cedera rusak yang mewajibkan replantasi langsung tidak memungkinkan.
Tim dokter di Shandong Qianfoshan Hospital melakukan tindakan yang jarang dilakukan dengan menyambungkan telinga yang terputus ke punggung kaki pasien.
"Pembuluh darah di sekitar telinga yang terlepas mengalami kerusakan serius," kata Dokter Qiu Shenqiang, dikutip dari Geo News, Rabu (17/12).
Alat tubuh yang memiliki kulit lebih tipis dan pembuluh darah yang kompatibel untuk mendukung suplai darah jangka panjang.
Selama prosedur awal, tim medis mengerjakan sambungan pembuluh darah kecil di telinga dengan teknik heterotopic grafting.
Prosedur ini memang digunakan dalam dunia bedah mikro, tetapi jarang diterapkan untuk kasus pemasangan ulang telinga.
Tujuan menempelkan bagian tubuh ini agar jaringan tetap menerima nutrisi melalui alirah darah baru sebelum disambungkan kembali ke area utama.
Menjahit pembuluh sebesar sekitar 0,2 - 0,3 milimeter menggunakan benang yang lebih tipis dari rambut manusia. Setelah operasi, telinga harus tetap hidup menempel di kaki selama kurang lebih lima bulan.
Dalam masa tersebut, pasien disarankan memakai sepatu longgar serta menghindari aktivitas berat agar aliran darah ke jaringan tetap stabil.
Proses pemulihan berjalan baik dengan telinga berhasil dipindahkan kembali ke posisi asal dengan teknik rekonstruktif lanjutan. Pasien terharu ketika jahitan di wajahnya dibuka dan melihat telinganya kembali.(*)
Editor : Juliana Belence