Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Hanya 21 Mendaftar, SPMB di SMA Negeri 1 Selat Gelam Kekurangan Siswa Baru

Sandi Pramosinto • Rabu, 1 Juli 2026 | 22:40 WIB
SMA Negeri 1 Kecamatan Selat Gelam pada SPMB tahun ini mengalami kekurangan murid baru. F Sandi Pramosinto/Batam Pos
SMA Negeri 1 Kecamatan Selat Gelam pada SPMB tahun ini mengalami kekurangan murid baru. F Sandi Pramosinto/Batam Pos

Batampos - Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 untuk jenjang SMA Negeri di Kabupaten Karimun menyisakan tantangan bagi SMA Negeri 1 Selat Gelam. Sekolah yang berada di Pulau Parit itu hanya menerima 21 siswa baru atau belum memenuhi kuota satu rombongan belajar (rombel) yang berkapasitas 36 siswa.

Hasil SPMB tingkat SMA Negeri se-Provinsi Kepulauan Riau diumumkan pada Senin (29/6). Dari 16 SMA Negeri di Kabupaten Karimun, hanya SMA Negeri 1 Selat Gelam yang belum memenuhi kuota penerimaan siswa baru.

Kepala UPT Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun, Zulfan, mengatakan jumlah siswa yang diterima masih kurang 15 orang untuk memenuhi satu rombel.

“Jumlah siswa yang diterima sebanyak 21 orang. Jika satu rombel berisi 36 siswa, berarti masih kurang 15 orang,” ujar Zulfan, Rabu (1/7/2026).

Baca Juga: Kejaksaan Usut Dugaan Korupsi Pengadaan Internet di Diskominfo Kepri

Menurutnya, keberadaan SMA Negeri 1 Selat Gelam dibangun untuk mempermudah akses pendidikan bagi masyarakat Pulau Parit dan Pulau Tulang. Dengan adanya sekolah tersebut, siswa tidak perlu lagi menyeberang ke Pulau Karimun untuk melanjutkan pendidikan di SMA Negeri.

Namun, fakta di lapangan menunjukkan minat melanjutkan sekolah ke SMA Negeri 1 Selat Gelam masih rendah. Zulfan mengungkapkan, dari sembilan lulusan SMP Negeri Satu Atap Pulau Tulang tahun ini, tidak satu pun mendaftar ke sekolah tersebut.

“Diduga mereka memilih melanjutkan ke SMK di Pulau Karimun. Padahal Pemerintah Provinsi Kepri sudah menyiapkan bantuan biaya transportasi bagi siswa dari Pulau Tulang,” katanya.

Meski jumlah peserta didik baru belum memenuhi kuota, Zulfan memastikan kondisi tersebut tidak akan menghambat proses akreditasi sekolah. Tahun ini, SMA Negeri 1 Selat Gelam dijadwalkan mengikuti proses akreditasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah karena telah memiliki siswa hingga kelas XII.

Baca Juga: Disdik Kepri Jelaskan Alasan SPMB SMA Gunakan Nilai TKA, Bukan Nilai Rapor

“Insya Allah, meski jumlah siswa baru belum mencapai 36 orang, hal itu tidak menjadi kendala dalam proses akreditasi,” ujarnya.

Sementara itu, Dinas Pendidikan Provinsi Kepri juga telah menyelesaikan penempatan siswa yang tidak tertampung di sekolah favorit.

Zulfan menjelaskan, kelebihan pendaftar di SMA Negeri 1 Karimun dialihkan ke SMA Negeri 2 dan SMA Negeri 5 Karimun. Sedangkan kelebihan pendaftar di SMA Negeri 4 Karimun ditempatkan ke SMA Negeri 3 Meral.

“Seluruh proses penempatan siswa sudah selesai,” katanya.

Baca Juga: Ombudsman Kepri Apresiasi Rute Trans Batam ke Bandara Hang Nadim

Terpisah, Camat Selat Gelam, Indra Sulaiman, membenarkan minimnya jumlah siswa baru di SMA Negeri 1 Selat Gelam. Menurutnya, jumlah lulusan SMP di wilayah tersebut memang terbatas, terutama dari Pulau Tulang.

Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kecamatan Selat Gelam berencana mengusulkan perubahan status SMA Negeri 1 Selat Gelam menjadi SMK Pelayaran Negeri kepada Pemerintah Provinsi Kepri.

Menurut Indra, letak geografis Pulau Parit sangat mendukung pengembangan sekolah kejuruan berbasis kemaritiman. Selain itu, hingga kini Kabupaten Karimun belum memiliki SMK Pelayaran berstatus negeri.

“Kalau disetujui menjadi SMK Pelayaran Negeri, kami optimistis akan banyak siswa dari Pulau Karimun yang tertarik bersekolah di Pulau Parit. Dampaknya juga akan menggerakkan perekonomian masyarakat setempat,” ujar Indra. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#SPMB Karimun #sma negeri 1 selat gelam