batampos – Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan (DKP2KH) Provinsi Kepulauan Riau memastikan ketersediaan sapi kurban untuk Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
Kepala DKP2KH Kepri, Rika Azmi, menyebutkan kebutuhan sapi kurban di wilayah Kepri diperkirakan mencapai sekitar 7.000 ekor yang dipasok dari peternak lokal serta pengiriman dari luar daerah seperti Lampung dan Riau.
“Insya Allah kebutuhan sapi kurban di Kepri mencukupi,” ujarnya di Tanjungpinang, Sabtu.
Meski distribusi hewan ternak dari luar daerah tetap dibuka, pemerintah daerah tetap memperketat pengawasan untuk mengantisipasi potensi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK).
“Distribusi sapi di Kepri saat ini terbuka, namun kita tetap mewaspadai potensi penyebaran PMK,” kata Rika.
DKP2KH Kepri telah menginstruksikan petugas kesehatan hewan di seluruh kabupaten dan kota untuk melakukan pengawasan ketat terhadap lalu lintas hewan kurban. Pemeriksaan juga dilakukan di kandang peternak dan tempat penampungan sementara.
Pemeriksaan kesehatan hewan kurban dijadwalkan berlangsung sekitar dua minggu sebelum Idul Adha untuk memastikan seluruh hewan dalam kondisi sehat dan layak konsumsi.
“Pemerintah menjamin hewan kurban di Kepri layak dikonsumsi masyarakat,” tegasnya.
Hingga saat ini, DKP2KH Kepri belum menemukan laporan adanya hewan kurban yang terjangkit penyakit menular di wilayah tersebut. Kondisi kesehatan hewan di lapangan juga dilaporkan masih stabil dengan pengawasan yang terus diperketat.
Pemerintah Provinsi Kepri bersama pemerintah kabupaten dan kota terus memperkuat koordinasi untuk menjaga kelancaran pasokan serta stabilitas harga sapi kurban menjelang Idul Adha 2026.
“Masyarakat tidak perlu khawatir, karena ketersediaan sapi kurban dipastikan aman dan cukup,” tutup Rika. (*)
Editor : Putut Ariyotejo